Trump Murka! Inggris Dekat dengan China, Risiko Tinggi Diperingatkan
Presiden AS Donald Trump menilai langkah Inggris mempererat hubungan bisnis dengan China sangat berisiko bagi kepentingan Barat.
Pernyataan ini muncul setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bertemu Presiden China Xi Jinping untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi. Trump memperingatkan potensi bahaya dari kesepakatan ini. Sementara pemerintah Inggris menegaskan hasil pertemuan membawa kemajuan nyata, termasuk investasi besar dan kesepakatan bebas visa.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya yang akan di bahas dengan detail hanya ada di VIEWNEWZ.
Trump Peringatkan Risiko Kerja Sama Inggris-China
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menilai langkah Inggris mempererat kerja sama bisnis dengan China sebagai sesuatu yang sangat berbahaya. Pernyataan ini ia sampaikan saat dimintai tanggapan terkait kesepakatan yang diumumkan setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, bertemu Presiden China, Xi Jinping, dalam lawatan tiga hari di Beijing.
“Ya, itu sangat berbahaya bagi mereka untuk melakukan itu,” kata Trump saat menghadiri pemutaran perdana film dokumenter tentang istrinya, Melania, Jumat (30/1/2026), seperti dilansir BBC. Pernyataan Trump muncul di tengah ketegangan hubungan diplomatik antara AS dan Inggris.
Kunjungan Starmer ke Beijing pekan ini dianggap sebagai upaya Inggris untuk mereset hubungan bilateral dengan China. Sementara Trump menekankan risiko yang mungkin timbul dari semakin dekatnya hubungan Inggris dan China, pemerintah Inggris menilai langkah ini strategis untuk kepentingan ekonomi.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Misi Starmer di Beijing Terungkap
Lawatan Starmer ke China bertujuan untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara. Pemerintah Inggris menyebut hubungan bilateral dalam kondisi yang kuat setelah pertemuan dengan Xi Jinping di Great Hall of the People pada Kamis (29/1/2026).
Starmer menekankan bahwa pertemuan tersebut berjalan sesuai harapan dan menghasilkan kemajuan nyata bagi Inggris. “Kami melakukan pertemuan yang sangat baik dan mendapatkan tingkat keterlibatan yang memang kami harapkan,” ujarnya saat berbicara dalam UK-China Business Forum di Bank of China, Beijing.
Selain itu, Starmer menambahkan bahwa Inggris memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan dalam kerja sama bilateral ini. Upaya tersebut dimaksudkan untuk memperkuat posisi Inggris di pasar global dan memperluas peluang bisnis dengan China.
Baca Juga: Astronom Geger! Temukan Planet Layak Huni Meski Suhunya Minus 70 Derajat
Hasil Konkret Pertemuan Inggris-China
Beberapa hasil konkret dari kunjungan Starmer diumumkan, termasuk kesepakatan bebas visa bagi warga kedua negara dan penurunan tarif wiski Inggris di China. Selain itu, AstraZeneca mengumumkan investasi senilai 10,9 miliar pound sterling untuk membangun fasilitas manufaktur di China, memperkuat kerja sama sektor kesehatan dan farmasi.
Kerja sama bilateral juga meluas ke bidang lain, seperti penanganan kejahatan terorganisasi dan imigrasi ilegal. Kesepakatan ini dianggap penting untuk memperkuat keamanan dan keteraturan regional, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi perusahaan Inggris di China.
Chris Torrens, Ketua British Chamber of Commerce di China, menilai kunjungan Starmer sebagai langkah yang berhasil. Menurutnya, pertemuan ini meningkatkan kepercayaan investor dan memberikan sinyal positif tentang hubungan Inggris-China di masa depan.
Dunia Menanggapi Secara Berbeda
Meskipun pemerintah Inggris menilai kunjungan ini sukses, tanggapan internasional cukup beragam. Trump dan beberapa analis AS menilai langkah Inggris dekat dengan China berisiko bagi kepentingan geopolitik dan ekonomi Barat.
Di sisi lain, banyak pihak melihat kunjungan Starmer sebagai langkah strategis Inggris untuk menyeimbangkan hubungan global. Kerja sama ekonomi dengan China dianggap vital untuk memperkuat perdagangan dan investasi Inggris di kawasan Asia.
Starmer menegaskan bahwa Inggris tetap akan menjaga hubungan baik dengan AS, namun tetap mendorong kepentingan nasionalnya melalui kerja sama dengan China. Langkah ini menunjukkan diplomasi yang seimbang antara ekonomi dan politik global di tengah dinamika hubungan internasional saat ini.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi viral terupdate lainnya hanya di VIEWNEWZ.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari internasional.kontan.co.id

