Trump Sewot! Inggris Dan China Makin Mesra, Ada Apa Gerangan?

Kedekatan Inggris dan China memicu kemarahan Donald Trump, menimbulkan pertanyaan publik soal dampak geopolitik global.

Kedekatan Inggris dan China memicu kemarahan Donald Trump

Hubungan Inggris dan China yang semakin hangat memicu reaksi keras Presiden AS, Donald Trump. Kunjungan Perdana Menteri Keir Starmer ke Beijing pekan ini, termasuk pertemuan dengan Presiden Xi Jinping, menjadi sorotan utama. Kedekatan kedua negara ini menegaskan pergeseran dinamika geopolitik global, membuat AS, terutama Trump, merasa gerah.

Berikut ini VIEWNEWZ akan mengulas lebih dalam mengapa kedekatan ini begitu penting dan bagaimana ‘diplomasi sepak bola’ turut berperan.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Hubungan Inggris-China Kian Erat

Hubungan Inggris dan China semakin erat setelah Perdana Menteri Keir Starmer mengunjungi Beijing, upaya pertama sejak 2018 memperkuat diplomasi. Kunjungan ini juga mencerminkan pergeseran negara Barat menjauhi ketergantungan pada AS yang semakin tidak dapat diprediksi.

Dalam kunjungan tersebut, Starmer bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. Pertemuan ini menghasilkan penandatanganan beberapa perjanjian kerja sama. Hal ini menandakan komitmen kedua negara untuk memperdalam hubungan bilateral di berbagai sektor, termasuk ekonomi dan politik.

Kedekatan ini, tentu saja, tidak luput dari perhatian global, terutama Amerika Serikat. Pergeseran fokus Inggris dari AS ke China dapat memiliki implikasi signifikan terhadap aliansi dan keseimbangan kekuatan dunia.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Reaksi Keras Donald Trump

Melihat kemesraan hubungan Inggris dan China, Presiden AS Donald Trump tidak dapat menyembunyikan kekesalannya. Saat dimintai tanggapan oleh wartawan mengenai keputusan Inggris untuk “berbisnis” dengan China, Trump memberikan pernyataan tegas. Ia secara langsung mengutarakan kekhawatirannya akan arah kebijakan luar negeri Inggris tersebut.

Trump dengan lugas menyatakan, “Iya, sangat berbahaya bagi mereka untuk melakukan hal itu.” Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran AS terhadap potensi pergeseran aliansi dan pengaruh China yang semakin besar di panggung global. Kekesalan Trump ini bukanlah hal baru, mengingat ia selalu skeptis terhadap hubungan negara-negara Barat dengan China.

Komentar Trump menggarisbawahi ketegangan geopolitik yang ada, di mana AS berupaya membatasi pengaruh China, sementara beberapa negara Eropa justru mencari peluang kerja sama. Ini menunjukkan perbedaan pendekatan yang signifikan di antara negara-negara Barat.

Baca Juga: Erdogan Tegaskan! Turki Siap Turun Tangan Redakan Ketegangan AS–Iran

Diplomasi Sepak Bola Sebagai Jembatan

 Diplomasi Sepak Bola Sebagai Jembatan

Untuk menghangatkan hubungan yang kompleks, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan hadiah unik kepada Presiden China Xi Jinping, bola resmi pertandingan Arsenal vs Manchester United. Hadiah ini bermakna khusus karena Starmer penggemar Arsenal, sedangkan Xi Jinping mendukung Manchester United dan dikenal sebagai penggemar sepak bola berat.

“Jembatan sepak bola” ini bukan kali pertama digunakan dalam diplomasi. Pada tahun 2015, selama kunjungan kenegaraan Xi ke Inggris, Perdana Menteri David Cameron kala itu membawa Xi Jinping mengunjungi tempat latihan Manchester City. Sebuah swafoto Xi, Cameron, dan Sergio Aguero bahkan melambangkan dimulainya “era keemasan” hubungan kedua negara.

Hadiah bola ini mengisyaratkan bahwa meskipun hubungan politik antara China dan Inggris sempat mendingin sejak 2015, ketertarikan bersama pada sepak bola dapat menjadi alat lunak untuk membangun kembali koneksi dan kepercayaan. Hal ini menunjukkan bagaimana olahraga bisa melampaui batas-batas politik.

Visi Sepak Bola Xi Jinping

Kecintaan Xi Jinping pada sepak bola bukan rahasia lagi; sejak kecil, ia sangat menyukai olahraga ini dan memiliki visi ambisius untuk sepak bola China. Visi tersebut mencakup “tiga fase”: lolos kualifikasi Piala Dunia, menjadi tuan rumah Piala Dunia, dan pada akhirnya memenangkan trofi Piala Dunia. Ini menunjukkan betapa seriusnya China dalam mengembangkan sepak bolanya.

Meskipun sepak bola China masih berjuang untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, minat Presiden Xi memberikan peluang strategis bagi kekuatan sepak bola global. Negara-negara lain sering menggunakan “kekuatan lunak” ini untuk mempererat hubungan diplomatik. Banyak pemimpin dunia memanfaatkan ketertarikan Xi terhadap sepak bola.

Selama bertahun-tahun, Xi Jinping sering menerima jersey personal atau memorabilia olahraga sebagai tanda niat baik. Misalnya di Argentina, ia mendapat jersey nomor 10, dan di Jerman, Merkel mengundangnya menonton pertandingan junior. Hal ini menunjukkan efektivitas diplomasi sepak bola.

Gunakan waktu Anda untuk menjelajahi berbagai informasi viral terbaru dan terpopuler lainnya, hanya di VIEWNEWZ, pusat berita terkini!


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari metro.co.uk

Similar Posts