Selat Hormuz Memanas, AS Wanti-Wanti IRGC Jangan Melewati Garis Merah
Amerika Serikat memperingatkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) agar tidak melakukan tindakan provokatif di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis.
CENTCOM menegaskan operasi militer harus profesional dan aman, tanpa mengganggu kapal atau personel militer AS. Peringatan ini menyusul rencana latihan tembak langsung IRGC yang dapat memicu ketegangan regional. Washington menegaskan bahwa setiap perilaku mengancam tidak akan ditoleransi. Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya yang akan di bahas dengan detail hanya ada di VIEWNEWZ.
AS Wanti-Wanti IRGC, Jangan Melewati Batas di Selat Hormuz
Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan kepada Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) agar tidak melakukan tindakan provokatif selama latihan militer yang akan berlangsung di perairan internasional. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyampaikan peringatan setelah Iran mengumumkan rencana latihan tembak langsung di Selat Hormuz.
Selat Hormuz menjadi jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab, sehingga setiap aktivitas militer di kawasan ini memiliki dampak signifikan terhadap keamanan regional dan jalur perdagangan internasional. Menurut Jerusalem Post, IRGC akan memulai latihan angkatan laut pada Minggu, 1 Februari 2026, yang akan berlangsung selama dua hari.
AS menekankan pentingnya menjaga keselamatan di perairan internasional. Pihak AS menegaskan bahwa militer harus melaksanakan operasi secara profesional dan tidak mengganggu kapal, pesawat, atau personel militer asing di wilayah tersebut.
[wbcr_snippet]: PHP snippets error (not passed the snippet ID)Hak Iran dan Batasan Profesionalisme Militer
Dalam pernyataan resmi, CENTCOM mengakui hak Iran untuk beroperasi di wilayah udara dan perairan internasional. Militer AS siap bertindak tegas terhadap setiap tindakan yang mengancam keselamatan pihak lain.
CENTCOM menyatakan bahwa Iran dapat menggelar latihan di wilayahnya, asalkan semua. Pihak terkait menjalankan aktivitas secara profesional dan mematuhi hukum internasional. Hal ini bertujuan mencegah insiden yang dapat meningkatkan ketegangan di kawasan.
Batasan profesionalisme juga meliputi koordinasi, komunikasi, dan kepatuhan terhadap norma-norma internasional. CENTCOM menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir tindakan yang mengancam personel atau aset militer AS.
Baca Juga: Trump Sewot! Inggris Dan China Makin Mesra, Ada Apa Gerangan?
Washington Tegaskan Tidak Akan Menoleransi Ancaman
CENTCOM menjelaskan sejumlah tindakan yang dianggap provokatif atau berbahaya. Ini termasuk penerbangan di atas kapal militer AS, penerbangan rendah atau bersenjata tanpa tujuan jelas, serta manuver kapal cepat mendekati kapal militer AS.
“Washington menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap pengacungan senjata ke arah pasukan AS sebagai perilaku yang tidak dapat diterima. Pihak AS menekankan bahwa semua kegiatan militer asing harus mempertimbangkan keselamatan dan keamanan pasukan serta kepentingan regional.
Pihak berwenang mengambil langkah-langkah untuk mencegah eskalasi insiden yang berpotensi memicu konflik lebih luas. AS menekankan bahwa respons militer akan proporsional, profesional, dan sesuai norma internasional.
Militer AS Tetap Menjaga Standar Profesional Tertinggi
CENTCOM menegaskan bahwa militer AS memiliki pasukan yang terlatih, mematikan, dan profesional di dunia. Mereka akan terus melakukan operasi di perairan internasional dengan standar tertinggi tanpa melanggar hukum internasional.
“Militer AS akan terus beroperasi secara profesional, mematuhi semua norma internasional, dan memastikan keamanan jalur laut internasional tetap terjaga,” tulis pernyataan resmi CENTCOM.
Peringatan ini menjadi sinyal tegas bahwa AS serius menjaga kepentingannya di kawasan strategis, sambil tetap membuka ruang dialog dan komunikasi untuk menghindari kesalahpahaman serta eskalasi yang tidak perlu.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi viral terupdate lainnya hanya di VIEWNEWZ.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari infonasional.com
