Situasi Kolombia Makin Ngeri Usai Presiden Baru Dilantik, Apa yang Terjadi?
Kolombia diguncang serangan bom sehari setelah Abelardo de la Espriella dilantik sebagai presiden baru, seorang polisi tewas dan beberapa orang lainnya terluka.
Espriella menjalani pelantikan pada Jumat di Cali, wilayah barat daya Kolombia. Presiden dari kubu sayap kanan garis keras itu sebelumnya membawa janji untuk memerangi “narkoterorisme tanpa gencatan senjata” dan menghentikan perundingan damai dengan kelompok bersenjata. VIEWNEWZ akan mengulas situasi keamanan Kolombia setelah serangkaian serangan bom terjadi sehari usai pelantikan presiden baru.
Sehari Setelah Dilantik, Bom Mengguncang Kolombia
Situasi berubah tegang pada dini hari Sabtu. Angkatan Darat Kolombia melaporkan kelompok pembangkang FARC menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan sebuah gerbang tol di dekat Cali.
Ledakan tersebut melukai dua petugas keamanan. Aparat kemudian mengamankan area sekitar lokasi untuk mencegah ancaman lanjutan.
Serangan itu terjadi ketika pemerintahan baru Espriella baru memasuki hari pertama setelah pelantikan. Kondisi tersebut langsung menjadi ujian awal bagi janji sang presiden untuk mengambil sikap lebih keras terhadap kelompok bersenjata.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Faksi FARC di Bawah Komando Ivan Mordisco Jadi Sorotan
Ivan Mordisco memimpin salah satu faksi pembangkang yang masih aktif setelah menolak kesepakatan damai FARC dengan pemerintah Kolombia pada 2016. Mordisco menjadi salah satu komandan gerilyawan yang paling dicari oleh pemerintah Kolombia.
Kelompok yang ia pimpin merupakan bagian dari pembangkang FARC yang menolak kesepakatan damai bersejarah pada 2016. Kesepakatan tersebut sebelumnya membuka jalan bagi proses demobilisasi sebagian besar anggota FARC dan mengakhiri konflik panjang dengan pemerintah.
Namun, sejumlah faksi memilih tetap mengangkat senjata. Mereka kemudian menjalankan aktivitas bersenjata di sejumlah wilayah Kolombia dan menjadi tantangan besar bagi pemerintah.
Baca Juga: Iran Gebrak Industri Penerbangan! Simorgh Siap Terbang 2027, Apa Keunggulannya?
Serangan Drone Juga Tewaskan Polisi
Insiden lain terjadi sekitar 1.000 kilometer dari Cali, tepatnya di Departemen Cesar, wilayah utara Kolombia. Kali ini, pelaku menggunakan pesawat nirawak atau drone yang membawa bahan peledak.
Drone tersebut menghantam sebuah kantor polisi pada dini hari Sabtu. Seorang petugas tewas dalam serangan tersebut.
Dua serangan dalam waktu berdekatan membuat situasi keamanan Kolombia semakin menjadi perhatian. Aparat kini harus menghadapi ancaman dari kelompok bersenjata dengan pola serangan yang semakin beragam, termasuk pemanfaatan teknologi drone.
Presiden Baru Langsung Kecam Serangan
Presiden Abelardo de la Espriella langsung mengecam rangkaian serangan tersebut. Ia menyampaikan sikap keras melalui akun media sosialnya dan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan serangan terhadap fasilitas negara.
“Menyerang infrastruktur negara sama dengan menyerang kemajuan,” tulis Espriella dalam pernyataannya.
Ia juga menyampaikan pesan tegas kepada pihak yang berada di balik serangan. Espriella berjanji pemerintah akan mengejar pelaku dan memastikan mereka menghadapi konsekuensi hukum.
“Kepada pihak yang bertanggung jawab, saya sampaikan pesan tegas: tidak akan ada tempat persembunyian, tidak ada keringanan hukuman, dan tidak ada impunitas,” tegasnya.
Keamanan Jadi Ujian Awal Pemerintahan Espriella
Pihak berwenang hingga kini belum memastikan identitas pelaku serangan. Aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang berada di balik aksi bom di Cali maupun serangan drone di Cesar.
Namun, rangkaian kejadian tersebut memberikan gambaran tentang tantangan yang harus dihadapi Espriella sejak awal pemerintahannya. Janji untuk memerangi narkoterorisme dan mengambil sikap tegas terhadap kelompok bersenjata kini menghadapi ujian nyata.
Serangan terhadap gerbang tol dan kantor polisi juga menunjukkan bahwa kelompok bersenjata masih memiliki kemampuan untuk melancarkan aksi di sejumlah wilayah. Pemerintah Kolombia harus bergerak cepat untuk menjaga keamanan sekaligus mencegah serangan serupa kembali terjadi.
Dengan kondisi tersebut, perhatian publik kini tertuju pada langkah Espriella berikutnya. Respons pemerintah terhadap serangan ini akan menjadi salah satu indikator awal bagaimana presiden baru Kolombia menjalankan kebijakan keamanan yang ia janjikan selama kampanye.
