52 Drone MQ-9 AS Diklaim Ditembak Jatuh Iran, Pertahanan Udara Jadi Sorotan

Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC kembali mengumumkan keberhasilan pasukan pertahanan udara Iran dalam menghadapi drone militer Amerika Serikat.

52 Drone MQ-9 AS Diklaim Ditembak Jatuh Iran, Pertahanan Udara Jadi Sorotan

Kali ini, IRGC menyatakan pasukannya mencegat dan menghancurkan sebuah MQ-9 Reaper di atas Pulau Qeshm, wilayah strategis di sekitar Selat Hormuz.

Menurut keterangan IRGC, insiden tersebut terjadi pada Rabu dini hari, 16 September 2026, sekitar pukul 02.29 waktu setempat. Iran menyebut drone itu sebagai MQ-9 ke-52 yang berhasil mereka jatuhkan sejak konflik dengan AS dan Israel dimulai. Namun, militer Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi langsung mengenai klaim tersebut.

Peristiwa ini kembali menyoroti kemampuan sistem pertahanan udara Iran sekaligus peran MQ-9 Reaper dalam operasi pengawasan Amerika Serikat di kawasan tersebut. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.

Shotgoals nonton gratis
NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

IRGC Sebut MQ-9 Dicegat di Atas Pulau Qeshm

Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan sistem pertahanan udara mereka mendeteksi MQ-9 ketika drone tersebut berada di wilayah udara Pulau Qeshm. Pasukan Kedirgantaraan IRGC kemudian melakukan intersepsi menggunakan sistem pertahanan udara yang mereka sebut canggih dan terintegrasi dengan jaringan pertahanan nasional.

Qeshm memiliki posisi strategis karena terletak di dekat Selat Hormuz. Kawasan tersebut menjadi salah satu jalur maritim paling penting di dunia, sehingga aktivitas militer di sekitarnya mendapat perhatian besar.

Sehari sebelumnya, sejumlah ledakan terdengar dari arah laut di sekitar Qeshm. Laporan awal saat itu belum menjelaskan penyebab ledakan tersebut.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Klaim 52 Drone Belum Mendapat Konfirmasi AS

Angka 52 menjadi bagian paling mencolok dari pengumuman terbaru IRGC. Menurut versi Iran, drone yang jatuh di Qeshm merupakan MQ-9 ke-52 yang mereka hancurkan selama konflik berlangsung.

Namun, pembaca perlu melihat angka tersebut sebagai klaim dari pihak Iran. Anadolu Agency melaporkan bahwa militer AS belum memberikan komentar langsung mengenai klaim penembakan MQ-9 di Qeshm tersebut. Sumber lain juga menyatakan bahwa pihak terkait belum memverifikasi klaim itu secara independen.

Karena itu, jumlah pasti MQ-9 yang hilang dalam konflik masih memerlukan data dan pernyataan resmi dari kedua pihak.

Baca Juga: Perang Iran Makin Mahal, AS Keluarkan Rp671 T dan Siapkan Tambahan Rp53 T per Bulan

MQ-1 Juga Jadi Sasaran Pertahanan Iran

Pengumuman mengenai MQ-9 muncul setelah IRGC sebelumnya melaporkan penembakan beberapa drone MQ-1 di sekitar Selat Hormuz. Iran menyatakan pasukannya menjatuhkan tiga unit MQ-1 di wilayah tersebut.

IRGC juga menyebut sistem pertahanan udaranya pernah menghadapi berbagai jenis drone lain, termasuk Lucas dan Hermes. Rangkaian klaim tersebut menunjukkan bahwa drone memegang peran penting dalam pertempuran dan pengawasan udara selama konflik.

Di sisi lain, ketegangan di sekitar Selat Hormuz juga melibatkan kendaraan tanpa awak di laut. Beberapa hari sebelumnya, IRGC menyatakan pasukannya menghancurkan sebuah kapal permukaan nirawak milik AS di kawasan strategis tersebut.

Jumlah Armada MQ-9 AS Jadi Perhatian

Kondisi armada MQ-9 Amerika Serikat juga mendapat perhatian di tengah laporan mengenai berbagai kehilangan drone. Defense News melaporkan bahwa Angkatan Udara AS memiliki sekitar 135 unit MQ-9, atau sekitar 54 unit di bawah batas armada yang sebelumnya menetapkan jumlah 189 pesawat.

Masalah pengadaan juga menjadi tantangan tersendiri. General Atomics menghentikan produksi MQ-9A pada 2025, sehingga Amerika Serikat perlu mencari cara lain untuk menambah kembali jumlah pesawat yang tersedia.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kehilangan drone dalam jumlah besar dapat memengaruhi kemampuan operasional sekaligus rencana pengadaan armada berikutnya.

Pertahanan Udara Iran Kembali Jadi Sorotan

Klaim terbaru mengenai MQ-9 kembali menarik perhatian terhadap kemampuan pertahanan udara Iran. Sistem pertahanan udara yang mampu mendeteksi dan menghadapi drone jarak jauh memiliki peran penting dalam menjaga wilayah udara, terutama di kawasan yang sedang mengalami konflik terbuka.

Di sisi Amerika Serikat, kehilangan sejumlah drone juga mendorong perhatian terhadap ketersediaan armada dan kebutuhan pengganti. Defense News mencatat bahwa Angkatan Udara AS mempercepat pembahasan mengenai penerus Reaper setelah berbagai kehilangan selama operasi di Iran.

Meski begitu, angka 52 MQ-9 yang disebut IRGC masih perlu dibedakan antara klaim pihak yang terlibat dan jumlah kehilangan yang telah dikonfirmasi secara independen. Perkembangan berikutnya dari pihak Iran maupun Amerika Serikat akan membantu memperjelas situasi tersebut.

Similar Posts