Perang Iran Makin Mahal, AS Keluarkan Rp671 T dan Siapkan Tambahan Rp53 T per Bulan

Konflik AS-Iran menguras sekitar US$38 miliar atau Rp671,9 triliun hingga 1 Agustus 2026, sementara biaya perang berpotensi terus bertambah.

Perang Iran Makin Mahal, AS Keluarkan Rp671 T dan Siapkan Tambahan Rp53 T per Bulan

Congressional Budget Office (CBO) merilis perhitungan itu pada Selasa, 15 September 2026. Lembaga nonpartisan tersebut juga memperkirakan Pentagon perlu mengeluarkan sekitar US$2 miliar hingga US$3 miliar setiap bulan jika konflik terus berlangsung, tergantung pada tingkat intensitas pertempuran.

Shotgoals nonton gratis
NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Biaya Perang Iran Sudah Menembus Rp671 Triliun

Angka US$38 miliar menunjukkan besarnya dana yang sudah keluar untuk mendukung operasi militer AS. CBO menghitung biaya tersebut berdasarkan pengeluaran Departemen Pertahanan hingga 1 Agustus 2026.

Pengeluaran itu mencakup berbagai kebutuhan selama operasi militer. Pentagon harus mengganti amunisi yang telah digunakan, memperbarui peralatan yang rusak atau hilang, serta menanggung kebutuhan bahan bakar dan aktivitas operasional lainnya.

Jika pertempuran berlangsung lebih lama, kebutuhan anggaran juga dapat terus meningkat. CBO memperkirakan biaya bulanan bisa mencapai US$3 miliar atau sekitar Rp53 triliun pada tingkat intensitas tertentu.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Amunisi Jadi Pengeluaran Terbesar Pentagon

Salah satu komponen terbesar berasal dari penggantian amunisi. CBO memperkirakan Pentagon mengeluarkan sekitar US$21,7 miliar atau Rp383,7 triliun untuk mengganti amunisi yang telah digunakan hingga 1 Agustus.

Besarnya kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa operasi militer tidak hanya membutuhkan dana ketika pasukan menjalankan misi. Pentagon juga harus mengisi kembali persediaan setelah menggunakan rudal dan berbagai jenis amunisi dalam jumlah besar.

Penggunaan persediaan tersebut kemudian menciptakan kebutuhan anggaran tambahan. Pemerintah AS harus memperhitungkan biaya pengadaan baru agar stok pertahanan kembali tersedia.

Baca Juga: Pulau di Laut Merah Direbut, AS Kini Berunding Langsung dengan Houthi

Stok Rudal AS Ikut Tertekan

CBO juga menyoroti persoalan lain di luar angka pengeluaran. Konflik tersebut mengurangi persediaan rudal pencegat yang dimiliki AS. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan Pentagon dalam menghadapi kebutuhan pertahanan lain pada masa mendatang.

Analisis CBO menunjukkan bahwa AS kemungkinan telah menggunakan sekitar setengah hingga dua pertiga persediaan amunisi tertentu sejak Juni 2025. Pentagon kemudian perlu memulihkan stok tersebut, dan prosesnya dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Konflik Berlanjut, Pengeluaran Bisa Naik Lagi

Besaran biaya berikutnya akan bergantung pada perkembangan konflik. CBO memperkirakan pengeluaran bulanan sekitar US$2 miliar dalam kondisi pertempuran dengan intensitas lebih rendah. Jika aktivitas militer meningkat, angka tersebut dapat mencapai US$3 miliar atau bahkan lebih.

Perhitungan itu membuat durasi konflik menjadi faktor penting bagi anggaran AS. Setiap tambahan bulan pertempuran dapat menambah miliaran dolar ke pengeluaran Departemen Pertahanan.

Pada Juli 2026, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga memperkirakan biaya konflik telah mencapai US$37,5 miliar. Perhitungan CBO kemudian menempatkan angka tersebut di sekitar US$38 miliar hingga 1 Agustus.

Gangguan Energi Bisa Tekan Ekonomi AS

Dampak konflik tidak berhenti pada anggaran militer. CBO memperkirakan gangguan pasokan minyak dan gas alam dapat meningkatkan tekanan inflasi di AS. Pergerakan harga energi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika konflik mengganggu jalur perdagangan penting.

Situasi tersebut berkaitan dengan Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. Gangguan pada jalur tersebut dapat meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga energi, sehingga dampaknya bisa terasa lebih luas pada perekonomian.

Dengan biaya perang yang sudah mencapai sekitar Rp671 triliun dan potensi tambahan hingga Rp53 triliun setiap bulan, perkembangan konflik Iran menjadi perhatian penting bagi anggaran pertahanan sekaligus perekonomian AS.

Similar Posts