Gila! Untuk Pertama Kalinya Sejak 1967, Israel Larang Shalat Id di Masjid Al-Aqsa!

Keputusan mengejutkan memicu reaksi keras dunia internasional ketika otoritas Israel melarang pelaksanaan Shalat Id di kawasan suci Masjid Al‑Aqsa.

Israel melarang Shalat Id di Masjid Al‑Aqsa

Untuk pertama kalinya sejak 1967, Israel melarang shalat Id di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, tepat saat Idulfitri 2026. Ribuan warga Palestina pun terpaksa beribadah di jalan dan area sekitar karena akses diblokade. Kebijakan ini memicu kemarahan dunia Muslim, mengingat Al-Aqsa adalah simbol penting identitas dan kebanggaan umat Islam.

Dapatkan kabar penting, inspiratif, dan bermanfaat dari dalam dan luar negeri, eksklusif di VIEWNEWZ, teman setia menambah wawasan Anda.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Penutupan Total Dan Kebijakan Keamanan

Pemerintah Israel menyatakan bahwa mereka menutup kompleks Masjid Al-Aqsa dengan alasan keamanan, menyusul eskalasi konflik regional terkait perang Amerika Serikat–Israel melawan Iran. Otoritas Israel mengklaim bahwa kondisi tegang di Timur Tengah berpotensi memicu aksi‑aksi yang mengganggu keamanan publik di Yerusalem.

Sejak awal Februari 2026, kompleks Al‑Aqsa secara efektif ditutup untuk sebagian besar jemaah Muslim selama bulan Ramadan. Warga Palestina tidak bisa melaksanakan shalat tarawih, shalat Jumat, maupun ibadah malam di area suci tersebut. Kebijakan ini kemudian diperluas hingga Idulfitri, sehingga pelarangan shalat Id menjadi bagian dari rangkaian penutupan panjang.

Pihak Israel juga membatasi jumlah staf Wakaf Islam yang dapat masuk ke kompleks Al-Aqsa dalam satu shift, sehingga mereka hanya dapat mengelola situs suci secara minimalis. Kebijakan ini memperkuat kesan bahwa otoritas Israel memperluas keterlibatan langsung di kawasan yang sebelumnya pihak keagamaan Muslim kelola secara relatif mandiri.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Reaksi Warga Palestina Dan Umat Islam

Bagi warga Palestina di Yerusalem Timur dan Tepi Barat, pelarangan shalat Id di Al‑Aqsa adalah pukulan berat di hari kemenangan. Ratusan jemaah yang datang dengan pakaian lebaran terpaksa menggelar sajadah di trotoar dan jalan di luar kompleks, sambil menghadap ke arah kubah dan kawasan masjid yang tertutup.

Beberapa tokoh agama, termasuk Sheikh Ekrima Sabri, menyerukan umat Islam melaksanakan shalat Id sedekat mungkin dengan Al-Aqsa sambil mematuhi aturan keamanan. Namun, warga menilai kebijakan ini mengurangi kebebasan beragama dan memperkuat kesan diskriminasi.

Secara global, komunitas Muslim mengecam dan menggelar aksi solidaritas melalui deklarasi dan unjuk rasa. Banyak pihak menilai penutupan Al-Aqsa menunjukkan meningkatnya intervensi Israel dalam urusan keagamaan, yang berpotensi memperkeruh situasi.

Baca Juga: Mengejutkan! Wali Kota Sukabumi Disoraki Saat Salat Id, Ini Reaksi Ayep Zaki

Dampak Politik Dan Agama di Tengah Perang Regional

 Dampak Politik Dan Agama di Tengah Perang Regional

Langkah Israel melarang salat Id di Al-Aqsa muncul di tengah perang AS–Israel melawan Iran, yang dimulai setelah serangan besar pada 28 Februari 2026. Pihak berwenang Israel menilai kawasan Yerusalem sebagai area rawan aksi protes, seruan solidaritas, dan potensi insiden keamanan jika massa besar berkumpul di Al-Aqsa saat Idulfitri.

Banyak analis menilai penutupan ini dapat memperkuat polarisasi di Timur Tengah. Al-Aqsa bukan sekadar tempat ibadah, tetapi simbol identitas dan perlawanan Palestina. Banyak pihak menganggap pembatasan ibadah di sana bersifat represif dan memperbesar dendam historis.

Kebijakan ini juga menimbulkan kekhawatiran bahwa pelarangan shalat Id kali pertama sejak 1967 bisa menjadi preseden di masa depan. Beberapa tokoh agama Palestina memperingatkan bahwa intervensi Israel yang makin masif di kota suci berpotensi mengubah keseimbangan simbolik dan memperburuk potensi konflik lintas agama di kawasan Timur Tengah.

Respon Kemanusiaan Dan Keadilan Internasional

Komunitas internasional, termasuk beberapa negara Muslim dan lembaga hak asasi, mengeluarkan pernyataan kekhawatiran atas penutupan Al‑Aqsa dan pelarangan shalat Id. Banyak pihak menekankan bahwa semua pihak harus menghormati kebebasan beragama dan hak untuk berkumpul di tempat suci, bahkan di tengah ketegangan keamanan.

Aktivis HAM mengingatkan organisasi seperti UNESCO dan PBB agar tidak diam atas intervensi di situs suci. Kritik menyoroti bahwa pihak berwenang belum mengimbangi pendudukan Yerusalem Timur sejak 1967 dengan perlindungan yang memadai bagi warga untuk beribadah tanpa intimidasi.

Bagi Muslim Indonesia dan wilayah lain, kasus ini menjadi pengingat bahwa Al-Aqsa bukan hanya soal agama, tetapi juga keadilan dan kemanusiaan. Demonstrasi, doa bersama, dan kampanye digital muncul sebagai dukungan, sambil menuntut tekanan diplomatik agar pelarangan shalat Id tidak terulang.

Dapatkan semua berita viral, trending, dan update terpanas, langsung di VIEWNEWZ, pusat informasi terkini hanya untuk Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari: kompas.com
  • Gambar Kedua dari: kompas.com

Similar Posts