Proposal Iran di Selat Hormuz Picu Reaksi Keras Trump, Berikut Faktanya!
Ketegangan geopolitik meningkat drastis setelah usulan Iran mengenai Selat Hormuz memicu tanggapan yang sangat keras dari Presiden Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump menolak keras proposal terbaru Iran melalui mediator Pakistan untuk membuka Selat Hormuz dengan syarat cabut blokade AS. Pertemuan di Situation Room Gedung Putih 27 April 2026 tunjukkan ketidakpuasan Trump karena proposal abaikan program nuklir Teheran. Ketegangan meningkat akibat penolakan negosiasi di Islamabad.
Dapatkan kabar penting, inspiratif, dan bermanfaat dari dalam dan luar negeri, eksklusif di VIEWNEWZ, teman setia menambah wawasan Anda.
Latar Belakang Proposal Iran
Proposal Iran prioritas buka Selat Hormuz tanpa diskusi pengayaan uranium. Teheran minta gencatan senjata permanen sebelum pembicaraan nuklir. Trump tolak karena Iran tak beri konsesi program nuklirnya. Islamabad jadi lokasi negosiasi yang dibatalkan. AS pertahankan blokade laut pelabuhan Iran.
Blokade AS mulai Maret 2026 respons penutupan selat oleh Iran. Selat Hormuz 20% pasokan minyak dunia terancam. Harga minyak Brent naik US$10 per barel. China dan India terdampak impor energi. Sanksi tambahan AS diumumkan.
Iran mengklaim hak pengayaan uranium berdasarkan hukum internasional. Sementara itu, proposal yang dikirim melalui Pakistan minggu lalu ditolak langsung. Di sisi lain, Trump menyebutnya “tidak serius” di X. Situasi ini dinilai mirip dengan krisis tanker 2019, dan sebagai respons, pasukan AS di Teluk Persia ditingkatkan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Reaksi Trump dan AS
Trump terima briefing Senin di Gedung Putih, sebut proposal “pukulan telak”. Pejabat AS kecewa Iran hindari isu nuklir. Trump batalkan negosiasi Pakistan. Ancaman blokade total kapal Iran dilontarkan. Armada Angkatan Laut AS siaga penuh.
New York Times, melalui sumber anonim, melaporkan bahwa Trump marah karena proposal tersebut tidak menyentuh isu uranium. Sementara itu, kebijakan “maximum pressure” diperketat, dan sanksi terhadap Revolusi Iran diperluas. Di sisi lain, Kongres disebut mendukung sikap tegas Trump. Selain itu, pemilu November 2026 juga dipandang sebagai taruhan politik besar.
Penasihat Trump dorong opsi militer jika negosiasi gagal. Drone pengintai tingkatkan patroli selat. Israel koordinasi serang fasilitas nuklir potensial. Publik AS dukung 62% kebijakan keras Iran menurut Gallup.
Baca Juga: Dapat Jabatan Baru dari Prabowo, Hasan Nasbi Ungkap Rencana Mengejutkan Ini!
Dampak Ekonomi Global
Penutupan Selat Hormuz picu inflasi energi dunia. OPEC+ rapat darurat tingkatkan produksi Arab Saudi. Harga bensin AS naik 25 sen per galon. Bursa saham Asia anjlok 3%. Ekspor LNG Qatar terganggu parah. IMF memprediksi resesi global.
Indonesia impor minyak 1,2 juta barel per hari terancam. Pertamina siapkan cadangan 90 hari. Rupiah melemah ke Rp16.800 per dolar. IHSG turun 4,2%. Industri petrokimia global hentikan operasi. Kilang Balikpapan overload.
China minta mediasi multilateral ASEAN+3. India evakuasi 8.000 WNI dari Teluk. Uni Eropa tolak tarif bersama Trump di Hormuz. Pasar kripto anjlok 15%. IMF memprediksi resesi global. Boeing tunda pengiriman jet.
Prospek Negosiasi dan Ancaman
Iran siap tutup selat permanen jika blokade berlanjut. Pasukan Garda Revolusi latih rudal anti-kapal. AS menolak ultimatum 48 jam untuk membuka selat pada Maret lalu. Pakistan tawarkan mediasi ulang Mei. PBB sidang darurat Dewan Keamanan. Iran mengetes rudal balistik.
Trump menyebut “tak ada ampun” bagi Iran dalam pidato di Florida. Sementara itu, Israel siaga menyerang Natanz jika eskalasi meningkat. Rusia mendukung Iran dengan suplai S-400. Turki melakukan mediasi rahasia di Ankara, dan Oman membahas gencatan senjata sementara. Di sisi lain, drone Israel aktif di Teluk.
Diplomasi Pakistan gagal total akibat veto Trump. Proposal Iran anggap “jebakan waktu”. AS tuntut zerifikasi IAEA penuh dulu. Ketegangan mirip Krisis Minyak 1979. Pasar minyak spekulasi perang terbuka. OPEC prediksi harga US$120.
Dapatkan semua berita viral, trending, dan update terpanas, langsung di VIEWNEWZ, pusat informasi terkini hanya untuk Anda.
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari scrollberita.com
