Demo Besar-Besaran Berakhir! Menteri Pendidikan India Mundur, Partai Kecoak Akhirnya Hentikan Aksi
Ribuan anak muda India menggelar demo besar hingga Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mundur usai polemik dugaan kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi.
Keputusan tersebut membuat Partai Kecoak atau Cockroach Janta Party (CJP), kelompok yang menggerakkan aksi protes, menghentikan seluruh kegiatan demonstrasi. Mereka menyebut pemerintah telah menerima tuntutan utama para pengunjuk rasa.
VIEWNEWZ akan mengulas kabar terkini seputar mundurnya Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan setelah gelombang demo besar yang dipimpin generasi muda terkait dugaan kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi.
Partai Kecoak Klaim Pemerintah Terima Tuntutan Massa
Juru Bicara Cockroach Janta Party, Ashutosh Ranka, mengatakan pihaknya telah mencapai kesepakatan setelah melakukan komunikasi dengan pemerintah India. Ia menyebut seluruh tuntutan utama demonstran sudah mendapat perhatian dari pemerintah.
“Seluruh tuntutan kami telah diterima,” ujar Ranka seperti dikutip BBC pada Sabtu (25/7/2026).
Perwakilan Partai Kecoak juga bertemu dengan sejumlah menteri federal India untuk menyampaikan aspirasi para demonstran yang mayoritas berasal dari kalangan anak muda.
Mereka membawa beberapa tuntutan, mulai dari permintaan agar Dharmendra Pradhan meninggalkan jabatan Menteri Pendidikan, pemberian kompensasi sebesar 10 juta rupee kepada keluarga korban yang diduga bunuh diri akibat kebocoran soal ujian, hingga perlindungan hukum bagi peserta aksi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Menteri Pendidikan India Akhirnya Lepas Jabatan di Tengah Sorotan
Dharmendra Pradhan mengumumkan keputusan mundur dari posisi Menteri Pendidikan India pada Sabtu (25/7/2026) setelah gelombang tekanan publik terus meningkat akibat polemik dugaan kebocoran soal ujian.
. Ia menyampaikan keputusan tersebut melalui akun media sosial X ketika situasi demonstrasi masih berlangsung di sejumlah wilayah India.
Pradhan mengatakan dirinya mengambil langkah tersebut karena melihat kondisi politik dan sosial yang semakin memanas. Ia juga menyampaikan penghormatan terhadap aspirasi serta harapan generasi muda India.
“Mengingat situasi yang terjadi di Jantar Mantar dan seluruh negeri, agar kekuatan anti-nasional tidak mengambil keuntungan dari situasi ini, saya telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Perdana Menteri,” tulis Pradhan.
Kabar mundurnya Pradhan langsung mendapat respons dari para demonstran. Ribuan massa yang berkumpul di New Delhi dan berbagai daerah lain menyambut keputusan tersebut dengan sorakan.
Baca Juga: Trump Mengamuk! Google Didenda Rp18 Triliun oleh Uni Eropa, Langsung Sebut ‘Perampok’
Protes Besar Berawal dari Dugaan Kebocoran Soal Ujian
Aksi demonstrasi bermula setelah muncul dugaan kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi yang membuat banyak mahasiswa merasa dirugikan. Mereka meminta pemerintah bertanggung jawab dan memperbaiki sistem pendidikan.
Selain isu ujian, para demonstran juga menyuarakan keresahan mengenai sulitnya mencari pekerjaan, dugaan korupsi, serta tuntutan transparansi dalam pemerintahan.
Kelompok muda yang turun ke jalan menilai pemerintah harus memberikan solusi agar sistem pendidikan India berjalan lebih adil dan tidak merugikan peserta ujian.
Ketegangan meningkat ketika aparat keamanan membubarkan massa yang bergerak menuju kawasan parlemen. Polisi menggunakan gas air mata untuk mengendalikan situasi dan menghentikan pergerakan demonstran.
Pemerintah India Hadapi Gelombang Kritik dari Anak Muda
Sebelum Pradhan mengundurkan diri, pemerintah India mengambil sejumlah langkah untuk meredakan situasi. Otoritas setempat membatasi akses internet dan menutup beberapa stasiun metro di New Delhi.
Kebijakan tersebut menuai perhatian karena sebagian pihak menilai pemerintah perlu membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat.
Setelah pemerintah merespons tuntutan mereka, Partai Kecoak meminta seluruh peserta aksi menghentikan demonstrasi secara damai.
“Kami meminta para pengunjuk rasa menghentikan aksi secara damai dan segera,” kata Ashutosh Ranka.
Masa Depan Sistem Pendidikan India Jadi Sorotan
Berakhirnya demonstrasi tidak membuat perhatian publik terhadap masalah pendidikan India berhenti. Masyarakat masih menunggu langkah pemerintah dalam memperbaiki sistem ujian dan mencegah kejadian serupa.
Pengunduran diri Dharmendra Pradhan menjadi kemenangan politik bagi kelompok muda yang sejak awal meminta pertanggungjawaban pemerintah.
Namun, tantangan terbesar pemerintah India kini berada pada kemampuan mereka menjalankan perubahan nyata. Publik ingin melihat kebijakan baru yang mampu memperbaiki kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan.
Aksi tersebut juga menunjukkan besarnya pengaruh suara generasi muda dalam menentukan arah kebijakan publik. Pemerintah India kini menghadapi tuntutan untuk membuktikan komitmen melalui langkah nyata.
