PM Qatar Terbang ke Teheran, Ada Upaya Diplomasi di Tengah Sanksi AS ke Iran

Perdana Menteri Qatar terbang ke Teheran untuk mendorong kembali diplomasi AS-Iran yang memanas, di tengah langkah Washington memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran.

PM Qatar Terbang ke Teheran, Ada Upaya Diplomasi di Tengah Sanksi AS ke Iran

Seperti dilansir Reuters, Qatar punya posisi yang cukup unik dalam situasi tersebut. Negara Teluk ini merupakan tetangga Iran sekaligus sekutu AS. Kondisi itu membuat Qatar selama ini kerap mengambil peran sebagai penghubung komunikasi kedua pihak ketika hubungan Washington dan Teheran berada di titik sulit. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE
NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

PM Qatar Kembali Dorong Jalur Diplomasi

Sheikh Mohammed yang juga menjabat Menteri Luar Negeri Qatar bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi di Teheran. Pertemuan tersebut membahas perkembangan terbaru di kawasan sekaligus upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan dialog AS-Iran kembali berjalan.

Qatar sebelumnya ikut berperan dalam tercapainya gencatan senjata pada Juni yang sempat menghentikan pertempuran. Namun, hampir enam bulan setelah konflik pecah, belum terlihat terobosan diplomatik yang mampu menyelesaikan persoalan utama antara kedua negara.

Qatar kini mencoba membuka ruang pembicaraan melalui pendekatan bertahap. Langkah tersebut dinilai penting karena jalur komunikasi langsung antara AS dan Iran masih menghadapi banyak hambatan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Selat Hormuz Jadi Masalah yang Sulit Dilewati

Salah satu persoalan paling rumit berada di Selat Hormuz. Jalur perairan strategis tersebut menjadi pintu penting bagi perdagangan energi dunia. Sebelum perang dimulai pada 28 Februari, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati kawasan tersebut.

Qatar mengusulkan kerangka bertahap yang mencakup pembentukan koridor pelayaran sementara bersama Iran dan Oman. Kedua negara juga membahas proyek untuk membersihkan ranjau dari jalur perairan tersebut agar aktivitas kapal dapat kembali berjalan.

Iran sebelumnya menyatakan akan mempertahankan penutupan Selat Hormuz sampai AS memenuhi sejumlah tuntutan. Di antaranya penghentian blokade terhadap pelabuhan Iran, pemberian kompensasi, serta pencabutan sanksi.

Baca Juga: MrBeast Nekat Kabur dari 100 Polisi Demi US$500 Ribu, Ending-nya Bikin Kaget!

AS Justru Memperketat Tekanan Ekonomi

Di saat Qatar mencoba membuka pintu dialog, Washington mengambil langkah berbeda dengan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. AS mengumumkan rencana memperketat sanksi untuk membatasi hubungan Iran dengan mitra dagangnya.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Presiden Donald Trump masih mempertahankan seluruh opsi terkait Iran. Menurutnya, Washington belum melihat kesediaan Teheran untuk kembali ke meja perundingan secara bermakna.

Pemerintah Iran tentu memiliki pandangan berbeda. Teheran berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak pernah meninggalkan meja perundingan. Perbedaan sikap inilah yang membuat upaya membuka kembali negosiasi berjalan cukup sulit.

Iran dan Oman Masih Bahas Masa Depan Hormuz

Persoalan Selat Hormuz juga melibatkan Oman. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC sebelumnya menyatakan Iran dan Oman telah menyepakati mekanisme pembagian selat beserta pendapatannya. Namun, pejabat senior Iran kemudian mengatakan kedua negara masih membicarakan rincian kesepakatan tersebut.

Sebelum konflik berlangsung, kapal-kapal dapat melintasi Selat Hormuz secara bebas. Situasi berubah setelah Iran menggunakan kendalinya atas jalur tersebut sebagai alat tawar. Iran juga berupaya mengenakan komisi kepada kapal yang melintas, sebuah langkah yang mendapat penolakan dari AS.

Jalur Diplomasi Masih Jadi Harapan

Meski serangan militer langsung telah berhenti, ketegangan belum benar-benar mereda. Iran masih memiliki kemampuan rudal dan drone yang dapat mengancam negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS serta mengganggu kapal tanker di sekitar Hormuz.

Organisasi Maritim Internasional melaporkan 70 insiden terjadi di Selat Hormuz sejak 28 Februari dan menyebabkan 19 pelaut meninggal dunia. Konflik yang lebih luas juga telah menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon.

Kunjungan PM Qatar ke Teheran akhirnya membawa satu pesan penting: jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Tantangannya kini adalah mencari formula yang bisa diterima Washington, Teheran, Iran, dan Oman, terutama terkait Selat Hormuz serta tuntutan ekonomi yang menjadi sumber ketegangan.

Similar Posts