Iran Tak Gentar Hadapi AS, Panglima Militer Bicara soal Perlawanan Hingga 20 Generasi
Panglima Iran Amir Hatami menegaskan rakyat siap mempertahankan kedaulatan dan wilayah negara dari ancaman asing hingga 20 generasi mendatang.
Hatami menyampaikan pernyataan tersebut pada Senin (24/8/2026). Fars News kemudian mengutip pernyataan itu dalam pemberitaannya. Sikap tersebut memperlihatkan bagaimana Teheran melihat ancaman terhadap Iran sebagai persoalan jangka panjang yang membutuhkan kesiapan terus-menerus. Simak ulasan lengkapnya dariVIEWNEWZ.
Hatami Tegaskan Iran Bukan Arena Eksperimen Asing
Hatami mengatakan Iran tidak bisa menjadi tempat bagi negara asing untuk menjalankan eksperimen maupun petualangan geopolitik. Ia juga menolak upaya yang menurutnya dapat mengubah peta atau tatanan negara.
Menurut Hatami, pihak yang mengancam Iran harus memahami bahwa mereka tidak dapat bertindak sesuka hati. Ia menilai Iran perlu menunjukkan sikap tegas agar negara lain memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang mengancam kepentingan nasional.
Ia menyebut kekuatan sebagai salah satu cara untuk menyampaikan pesan tersebut. Bagi Hatami, Iran perlu menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan masa depan negaranya tanpa bergantung pada keinginan pihak asing.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Perlawanan Iran Disebut Bisa Berlanjut 20 Generasi
Pernyataan mengenai 20 generasi menjadi bagian paling mencolok dari pidato Hatami. Ia ingin menunjukkan bahwa tekad mempertahankan Iran tidak hanya bergantung pada satu generasi.
Menurutnya, masyarakat Iran memiliki kemauan untuk menjaga kedaulatan negara dalam jangka panjang. Karena itu, ancaman dari luar tidak cukup hanya dihadapi dengan persiapan sesaat.
Hatami memandang ketahanan sebuah negara sebagai proses yang terus berjalan. Iran, katanya, harus menjaga kemampuan menghadapi berbagai kemungkinan tanpa mengabaikan pengalaman dari konflik sebelumnya.
Baca Juga: Iran Bisa Balik Menyerang? Ini Risiko bagi Negara yang Terlibat dalam ‘Perang Ekonomi’ AS
Perang Modern Tak Cuma Mengandalkan Senjata
Hatami juga menyoroti perubahan karakter peperangan modern. Menurutnya, kekuatan militer memang penting, tetapi perang juga menyangkut tekad, gagasan, dan daya tahan masyarakat.
Ia menilai sebuah negara dapat menghadapi tekanan panjang jika memiliki masyarakat yang tetap bertahan dan militer yang terus menjaga kesiapan. Pandangan tersebut membuat Iran tidak hanya fokus pada persenjataan, tetapi juga pada kemampuan menghadapi tekanan dalam jangka panjang.
Hatami mengatakan kegagalan lawan mencapai tujuan tertentu tidak otomatis menghilangkan ancaman. Karena itu, militer Iran terus memperhatikan kemungkinan rencana pihak yang mereka anggap sebagai musuh.
Militer Iran Siapkan Diri Hadapi Berbagai Skenario
Angkatan Bersenjata Iran, menurut Hatami, harus selalu siap menghadapi perubahan situasi. Kesiapan itu mencakup kemungkinan ancaman dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Ia meminta unsur-unsur militer meningkatkan koordinasi dan memperkuat kemampuan tempur. Dengan langkah tersebut, Iran berharap dapat merespons perubahan situasi secara lebih cepat ketika muncul ancaman terhadap wilayahnya.
Hatami juga menekankan pentingnya pengalaman dalam menghadapi konflik. Baginya, pengalaman masa lalu dapat membantu militer membaca pola ancaman dan menyiapkan respons yang sesuai.
Iran Tegaskan Akan Merespons Setiap Agresi
Hatami menegaskan Angkatan Bersenjata Iran akan memberikan respons tegas terhadap setiap tindakan agresi. Ia menyebut kesiapan tersebut mendapat dukungan dari keyakinan, pengalaman, kemampuan militer, serta masyarakat Iran.
Seluruh unsur tersebut, kata Hatami, memiliki peran dalam menjaga kemerdekaan, integritas wilayah, dan keamanan Iran. Ia juga menyerukan peningkatan sinergi di antara berbagai unsur Angkatan Bersenjata.
Pernyataan Hatami menunjukkan sikap keras Iran dalam menghadapi ancaman yang masih mereka anggap serius. Pesan mengenai perlawanan hingga 20 generasi juga memperlihatkan bahwa Teheran ingin menegaskan ketahanan nasional sebagai bagian penting dari strategi menghadapi tekanan asing.
