Iran Siapkan Skenario Perang Baru Lawan AS, Begini Strategi yang Dipersiapkan

Iran memperingatkan konflik baru dengan AS bisa meluas ke berbagai wilayah kawasan, termasuk infrastruktur energi dan komunikasi jika terjadi agresi kembali.

Iran Siapkan Skenario Perang Baru Lawan AS, Begini Strategi yang Dipersiapkan

Menurut Akraminia, konflik tidak hanya akan berpusat pada lokasi yang selama ini menjadi titik ketegangan. Infrastruktur energi dan komunikasi juga berpotensi masuk dalam arena konfrontasi jika terjadi agresi baru. Simak ulasan lengkapnya dariVIEWNEWZ.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE
NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Iran Sebut Perang Bisa Meluas ke Berbagai Kawasan

Akraminia menyampaikan pandangannya kepada kantor berita semi-resmi Mehr News Agency. Ia mengatakan Iran sudah memperingatkan pihak lawan bahwa setiap kesalahan perhitungan dapat memicu respons cepat dari Teheran.

Ia juga menilai respons tersebut dapat memperluas cakupan geografis konflik. Selat Bab al-Mandab dan pangkalan militer AS di Suriah menjadi contoh wilayah yang menurutnya sudah ikut terseret dalam konflik, meski sebelumnya tidak termasuk area utama pertempuran.

“Saat ini, ancaman ada di seluruh kawasan, dan kami memiliki kemampuan untuk menghadapi serta menanganinya,” kata Akraminia. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iran melihat potensi konflik berikutnya dengan cakupan yang jauh lebih luas.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Infrastruktur Energi dan Komunikasi Ikut Jadi Perhatian

Iran juga mulai menyoroti titik-titik penting yang menopang aktivitas ekonomi dan komunikasi di kawasan. Akraminia menyebut infrastruktur energi serta jalur komunikasi sebagai area yang berpotensi masuk dalam konfrontasi jika perang kembali pecah.

Jalur tersebut sebagian besar berada di dasar laut, termasuk di perairan sekitar Iran, Semenanjung Arab, dan Teluk Oman. Menurut Akraminia, keberadaan kepentingan lawan di suatu wilayah dapat membuat area tersebut masuk dalam perhitungan militer Iran jika terjadi serangan.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa Teheran tidak hanya memandang konflik dari sisi pertempuran darat atau serangan terhadap pangkalan militer. Infrastruktur strategis yang mendukung energi dan komunikasi juga mendapat perhatian.

Baca Juga: Iran Tak Gentar Hadapi AS, Panglima Militer Bicara soal Perlawanan Hingga 20 Generasi

Iran Bicara soal Konfrontasi Baru dengan AS

Akraminia turut menyinggung insiden yang melibatkan sejumlah pilot Iran. Ia meminta Qatar meningkatkan upaya untuk memastikan nasib tiga pilot yang hilang setelah operasi udara Iran terhadap pangkalan AS di Qatar pada 2 Maret.

Menurut keterangannya, dua pesawat Sukhoi Iran menyerang pangkalan tersebut sebelum terkena serangan saat perjalanan kembali. Tim pencarian kemudian menemukan jenazah salah satu pilot, Majid Kazemi, sedangkan tiga pilot lainnya masih menjadi perhatian.

Qatar membantah menahan ketiga pilot tersebut. Pemerintah Qatar menyatakan tim pencarian dan penyelamatan mereka menemukan jenazah seorang pilot, tetapi tidak menemukan bukti bahwa pilot lain berada dalam tahanan.

Iran Ingin Beralih dari Bertahan ke Strategi Ofensif

Hal yang cukup menarik dari pernyataan Akraminia adalah perubahan pendekatan Iran dalam menghadapi kemungkinan serangan berikutnya. Ia mengatakan negaranya berencana mengambil posisi ofensif, bukan hanya bertahan ketika menghadapi ancaman.

Akraminia menyebut Iran telah menjalankan sejumlah operasi preventif pada tahap akhir perang. Ia juga menilai serangan terhadap pangkalan AS di Yordania menunjukkan bahwa langkah tersebut dapat menjadi pencegah terhadap serangan lanjutan.

Iran bahkan menyatakan akan memberikan imbalan finansial kepada siapa pun yang berhasil menangkap tentara AS jika mereka memasuki wilayah Iran. Di sisi lain, Teheran mengklaim telah membuat kemajuan dalam memulihkan infrastruktur yang rusak dan menerima sejumlah peralatan militer baru.

Selat Hormuz Jadi Titik Strategis Iran

Selat Hormuz juga masuk dalam perhatian Iran. Akraminia mengatakan kapal-kapal yang hendak melintas akan berada dalam pengawasan Iran sebelum mencapai kawasan tersebut.

Ia menyatakan kapal hanya dapat melintas setelah mendapat izin dari Iran. Pernyataan ini menjadi perhatian karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi lalu lintas energi dunia.

Ketegangan Iran dan AS sendiri bermula dari serangan militer AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap posisi militer AS hingga konflik menyebar ke sejumlah front di kawasan dan ikut mengganggu lalu lintas maritim.

Kedua pihak kemudian menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni melalui mediasi Qatar dan Pakistan. Kesepakatan itu bertujuan menghentikan pertempuran sekaligus membuka jalan bagi negosiasi. Namun, Iran menilai Washington belum menjalankan kesepakatan tersebut secara penuh, sementara Qatar dan Pakistan masih berusaha menjaga jalur diplomasi tetap terbuka.

Similar Posts