Geger! AS Gempur 3 Kapal Tanker di Pulau Kharg, Iran Balas Serang Drone di Selat Hormuz

AS dan Iran kembali memanas di Selat Hormuz. Pasukan AS menyerang tiga tanker Iran, lalu Iran membalas dengan menyerang drone laut milik angkatan laut AS, memicu ketegangan baru.

Geger! AS Gempur 3 Kapal Tanker di Pulau Kharg, Iran Balas Serang Drone di Selat Hormuz

Rangkaian serangan itu membuat situasi di jalur perairan strategis tersebut kembali memanas. Kedua negara juga mengeluarkan klaim berbeda mengenai serangan terhadap kapal perang dan dampak yang mereka timbulkan. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE
NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran

Komando Pusat AS atau CENTCOM mengatakan pasukannya menyerang tiga kapal tanker yang terhubung dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC. CENTCOM menyebut tindakan tersebut sebagai respons atas serangan rudal Iran terhadap kapal perang Amerika.

Pasukan AS menyerang M/T Downy di lepas pantai Pulau Kharg dan M/T Stark 1 di dekat Jask. Mereka juga menghantam M/T Kylo di Teluk Oman. Kapal terakhir tidak membawa muatan saat serangan terjadi.

CENTCOM menyatakan pasukannya menghantam sejumlah bagian penting M/T Kylo hingga kapal itu tidak dapat beroperasi. Sebelum serangan, pasukan Amerika meminta awak kapal meninggalkan kapal tersebut.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Video Serangan Tampilkan Kobaran Api Besar

CENTCOM turut membagikan video yang menunjukkan momen serangan terhadap kapal-kapal tanker tersebut. Rekaman itu memperlihatkan ledakan besar setelah proyektil menghantam kapal. Kobaran api kemudian terlihat membubung tinggi dari salah satu kapal.

Militer AS menyebut ketiga kapal tersebut masuk dalam jaringan pengiriman minyak yang mereka kaitkan dengan IRGC. Washington menilai jaringan tersebut membantu mengalirkan dana kepada Garda Revolusi dan kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di kawasan.

Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper juga menyampaikan pesan keras kepada Iran. Ia mengatakan AS akan memberikan tekanan ekonomi yang lebih besar jika Iran kembali menyerang kapal perang Amerika.

Baca Juga: Geger! Militer Iran Serang Sistem Satelit dan Hanggar di Pangkalan AS di Kuwait serta Al Minhad UEA

Iran Klaim Serang Kapal Perang AS

Iran memberikan versi berbeda mengenai bentrokan tersebut. Dalam laporan kantor berita negara IRNA, Garda Revolusi mengklaim pasukan mereka meluncurkan beberapa rudal balistik ke sebuah kapal induk dan sebuah kapal perusak Amerika.

IRGC mengatakan kedua kapal perang AS mengalami kerusakan dan kemudian meninggalkan area tersebut. Namun, CENTCOM membantah klaim itu. Militer AS mengatakan kedua kapal berhasil menghindari serangan rudal Iran.

Perbedaan pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kedua pihak masih menyampaikan narasi masing-masing mengenai jalannya pertempuran. Hingga kini, kedua negara belum memberikan gambaran yang sama mengenai tingkat kerusakan pada aset militer mereka.

Iran Balas Serang Drone Laut AS

Iran kemudian mengumumkan serangan terhadap sebuah drone laut milik angkatan laut AS. Garda Revolusi mengatakan drone tanpa awak tersebut mencoba memasuki Selat Hormuz.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa pasukan mereka menyerang kapal tanpa awak yang bergerak di permukaan laut. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah AS menghantam tiga kapal tanker minyak Iran.

Sebelumnya, IRGC juga mengklaim pasukannya menyerang tiga kapal tanker minyak di jalur yang tidak mereka izinkan di Selat Hormuz. Mereka turut menyebut tiga kapal lain yang menurut Iran memiliki hubungan dengan Amerika Serikat.

Selat Hormuz Jadi Titik Panas Baru

Iran memperingatkan kapal-kapal lain agar tidak melewati jalur yang tidak mendapat persetujuan mereka. Peringatan tersebut menambah kekhawatiran terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur penting bagi perdagangan energi dunia.

Rangkaian serangan antara AS dan Iran juga dapat meningkatkan risiko bagi kapal komersial yang melintas di kawasan tersebut. Setiap gangguan di Selat Hormuz berpotensi memengaruhi aktivitas pengiriman minyak dan meningkatkan perhatian pasar energi.

Untuk saat ini, Washington dan Teheran masih mempertahankan sikap keras. AS menyatakan serangannya bertujuan membalas serangan terhadap kapal perang Amerika, sedangkan Iran menilai tindakan Washington sebagai agresi dan mengancam akan memberikan respons lebih keras.

Situasi selanjutnya masih menjadi perhatian karena kedua pihak terus mengeluarkan pernyataan dan ancaman. Jika aksi saling serang berlanjut, ketegangan di sekitar Selat Hormuz berpotensi meningkat dan membawa dampak lebih luas bagi keamanan kawasan serta jalur perdagangan internasional.

Similar Posts