Jelang Pemilu Sela, Trump Terancam Dapat Kejutan Besar dari Iran

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pernyataan dari pejabat kedua negara menunjukkan bahwa konflik belum mengarah pada penurunan tensi.

Jelang Pemilu Sela, Trump Terancam Dapat Kejutan Besar dari Iran

Mohamad Elmasry, profesor di Doha Institute for Graduate Studies, menilai Iran kemungkinan meningkatkan eskalasi dalam sekitar delapan minggu mendatang. Menurutnya, Teheran tidak lagi ingin hanya bertahan dan membiarkan Washington menentukan arah serta intensitas konflik. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE
NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Iran Disebut Siapkan Langkah Lebih Agresif

Elmasry mengatakan sejumlah laporan, termasuk yang dikutip The New York Times dari pejabat intelijen AS, mengindikasikan perubahan sikap Iran. Negara tersebut dinilai lebih mungkin mengambil langkah ofensif dibandingkan sebelumnya.

Perubahan itu muncul ketika Iran melihat adanya peluang untuk menekan Trump. Teheran, menurut Elmasry, memahami bahwa tekanan ekonomi dan konflik berkepanjangan dapat menciptakan persoalan baru bagi pemerintahan Washington.

Jika eskalasi terus berlangsung, perhatian publik Amerika Serikat berpotensi semakin tertuju pada dampaknya terhadap ekonomi, keamanan, serta kebijakan luar negeri pemerintah. Kondisi tersebut bisa menjadi isu sensitif ketika pemilu sela semakin dekat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Posisi Trump Bisa Ikut Tertekan

Elmasry menilai Iran mungkin melihat momentum politik saat ini sebagai kesempatan untuk memberikan tekanan kepada Trump. Ia menyebut ekonomi AS tidak berada dalam posisi ideal untuk menerima beban tambahan dari konflik berkepanjangan.

Selain persoalan ekonomi, Partai Republik juga menghadapi kepentingan politik menjelang pemilu sela. Ketidakstabilan baru dapat menjadi bahan kritik bagi lawan politik Trump, terutama jika konflik ikut memengaruhi harga energi dan kondisi ekonomi masyarakat.

Karena itu, setiap langkah militer Iran dapat membawa konsekuensi lebih luas. Serangan atau gangguan terhadap kepentingan Amerika berpotensi memaksa Trump mengambil keputusan sulit antara memperbesar respons militer atau mencari jalur diplomasi.

Baca Juga: Geger! AS Gempur 3 Kapal Tanker di Pulau Kharg, Iran Balas Serang Drone di Selat Hormuz

Iran Sebut AS Beralih ke Perang Ekonomi

Di tengah ketegangan tersebut, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menuduh Amerika Serikat menempuh jalur perang ekonomi setelah gagal mencapai tujuan melalui tekanan militer.

Aref mengatakan sanksi memang memberikan dampak terhadap Iran, tetapi tidak membuat negaranya kehilangan kemampuan untuk bergerak. Pemerintah Iran justru mengklaim sanksi mendorong industri lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap barang asing yang menggunakan dolar.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Teheran ingin memperlihatkan bahwa tekanan ekonomi tidak otomatis membuat mereka menyerah. Iran juga berusaha membangun narasi bahwa negaranya masih memiliki kemampuan untuk menghadapi tekanan dari Washington.

Iran Akui Targetkan Kapal Perang AS

Ketegangan semakin meningkat setelah Hassan Ghashghavi, anggota parlemen senior sekaligus juru bicara Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, mengonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa Iran menargetkan kapal perang Amerika Serikat menggunakan rudal balistik.

Ghashghavi menggambarkan konflik tersebut sebagai perang eksistensial melawan AS. Ia juga menilai tindakan militer Washington telah melanggar hukum internasional dan menyebut posisi geografis Amerika membuat negara tersebut tidak merasakan ancaman dengan cara yang sama seperti Iran.

Ia juga menolak anggapan bahwa kekuatan angkatan laut dan udara Iran sudah lenyap setelah serangkaian serangan. Menurutnya, serangan rudal dan pesawat nirawak Iran menunjukkan bahwa kemampuan militernya masih ada.

Ancaman Balasan Bisa Buka Babak Baru

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya memperingatkan bahwa serangan Iran terhadap kapal AS akan memicu balasan terhadap armada kapal tanker minyak Iran. Pernyataan tersebut menambah kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas ke sektor energi dan jalur perdagangan.

Ghashghavi sendiri menilai blokade yang menjadi bagian dari konflik seharusnya tidak terjadi. Ia mengatakan Iran sebelumnya masih membuka peluang kembali ke meja perundingan, tetapi eskalasi dari pihak AS membuat situasi semakin sulit.

Jika Iran benar-benar meningkatkan serangan dalam beberapa pekan ke depan, Trump menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Konflik tersebut bukan hanya menyangkut kekuatan militer, tetapi juga ekonomi dan perhitungan politik menjelang pemilu sela. Langkah Iran berikutnya pun berpotensi menjadi kejutan besar yang menguji strategi Trump di dalam dan luar negeri.

Similar Posts