Geger! Militer Iran Serang Sistem Satelit dan Hanggar di Pangkalan AS di Kuwait serta Al Minhad UEA
Militer Iran mengklaim menyerang fasilitas pasukan AS di Kuwait, termasuk sistem komunikasi satelit, gudang peralatan, dan hanggar jet tempur Ahmad Al-Jaber.
Serangan tersebut disebut sebagai tahap ke-31 dari operasi yang Iran beri nama “Saiqa” atau “Kilat”. Militer Iran mengatakan mereka mengerahkan rudal dan pesawat nirawak dalam operasi tersebut. Klaim itu langsung menambah perhatian terhadap situasi keamanan di kawasan yang sudah memanas. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.
Pangkalan Ahmad Al-Jaber Jadi Sasaran Serangan
Menurut pernyataan yang disiarkan kantor berita semi-resmi Tasnim, pasukan Iran menargetkan beberapa fasilitas di Pangkalan Ahmad Al-Jaber. Militer Iran menyebut sistem komunikasi satelit dan hanggar pesawat mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Iran menilai pangkalan itu memiliki posisi penting karena mendukung aktivitas pasukan AS di kawasan, termasuk operasi udara dan pengintaian. Karena itu, serangan terhadap fasilitas tersebut menjadi bagian dari respons militer Iran terhadap perkembangan konflik yang terus meningkat.
Militer Iran belum memberikan rincian lengkap mengenai tingkat kerusakan maupun dampak operasional setelah serangan. Informasi tersebut juga masih berasal dari klaim pihak Iran sehingga perkembangan dan laporan dari sumber lain tetap menjadi perhatian.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Al Minhad di UEA Juga Disebut Diserang
Selain Kuwait, militer Iran mengatakan pasukannya menyerang lokasi penempatan pasukan dan sistem radar di Pangkalan Udara Al Minhad, Uni Emirat Arab. Iran menggambarkan lokasi tersebut sebagai salah satu pusat penting untuk mendukung mobilitas dan aktivitas udara pasukan asing.
Klaim mengenai serangan di dua lokasi sekaligus menunjukkan bahwa Iran ingin memberikan pesan kuat terhadap fasilitas militer yang mereka anggap memiliki peran dalam operasi kawasan. Penggunaan rudal dan drone juga memperlihatkan bagaimana konflik dapat menjangkau fasilitas strategis di luar wilayah Iran.
Meski begitu, rincian mengenai kerusakan di Al Minhad belum sepenuhnya jelas. Publik masih menunggu informasi tambahan mengenai kondisi pangkalan serta dampak serangan terhadap aktivitas militer di kawasan.
Baca Juga: Peru Resmi Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Iran Beri Peringatan Soal Serangan Berikutnya
Militer Iran menyatakan tindakan tersebut merupakan balasan atas jatuhnya korban dari pihak angkatan bersenjata mereka dalam serangan sebelumnya. Teheran juga memberikan peringatan bahwa respons terhadap serangan lanjutan akan semakin keras.
Iran menyatakan operasi mereka akan terus berjalan hingga mencapai apa yang mereka sebut sebagai “kemenangan akhir”. Pernyataan itu menimbulkan kekhawatiran baru karena peningkatan serangan dapat memperluas ketegangan dari satu lokasi militer ke wilayah lain di kawasan Teluk.
Situasi tersebut juga membuat pangkalan-pangkalan militer yang memiliki hubungan dengan aktivitas AS menjadi sorotan. Setiap serangan baru berpotensi memicu respons lanjutan dan meningkatkan risiko konflik yang lebih luas.
Bulan Sabit Merah Iran Minta ICC Selidiki Serangan
Di tengah eskalasi militer, Bulan Sabit Merah Iran juga membawa persoalan lain ke ranah hukum internasional. Organisasi kemanusiaan tersebut meminta Mahkamah Pidana Internasional atau ICC menyelidiki serangan rudal Amerika Serikat yang menghantam sebuah pesta pernikahan di Kota Kuhestak, wilayah selatan Iran.
Dalam surat yang dikirim pada Rabu, Bulan Sabit Merah meminta penyelidikan independen, tidak memihak, menyeluruh, dan efektif. Mereka menekankan bahwa lokasi yang terkena serangan merupakan tempat berkumpulnya warga sipil.
Serangan itu terjadi sekitar pukul 21.30 waktu setempat pada Selasa. Bulan Sabit Merah melaporkan empat orang meninggal dunia dan 67 lainnya mengalami luka. Organisasi tersebut memperingatkan jumlah korban tewas masih dapat bertambah karena beberapa korban berada dalam kondisi kritis.
Korban Sipil Jadi Sorotan di Tengah Konflik
Empat korban meninggal terdiri dari dua perempuan dan dua anak berusia empat serta 16 tahun. Seorang pejabat Iran mengatakan sebagian besar korban luka juga berasal dari kelompok perempuan dan anak-anak.
Bulan Sabit Merah Iran menilai serangan terhadap lokasi sipil tersebut perlu mendapat perhatian serius. Mereka menyebut tindakan itu berpotensi masuk kategori kejahatan perang jika penyelidikan membuktikan adanya pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.
Di tengah saling klaim serangan antara Iran dan Amerika Serikat, jatuhnya korban sipil menjadi salah satu isu paling sensitif. Perkembangan berikutnya akan menentukan apakah ketegangan ini semakin meluas atau justru membuka ruang bagi upaya diplomatik untuk meredakan konflik.
