China Desak AS-Iran Kembali Berunding, MoU Islamabad Jadi Sorotan

China mendesak AS dan Iran kembali berdialog serta memegang MoU Islamabad demi membuka jalan menuju penyelesaian konflik lewat diplomasi.

China Desak AS-Iran Kembali Berunding, MoU Islamabad Jadi Sorotan

Pemerintah China kembali menyuarakan pentingnya jalur diplomasi dalam menghadapi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Beijing meminta kedua negara kembali berkomitmen pada kerangka nota kesepahaman atau MoU Islamabad.

Seruan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun pada Rabu, 30 September 2026. Guo mengatakan Beijing berharap Washington dan Teheran memilih jalan damai serta segera melanjutkan dialog dan perundingan. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.

Shotgoals nonton gratis
NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

China Minta AS dan Iran Kembali Berdialog

Guo menegaskan bahwa China mendukung penyelesaian perselisihan melalui jalur politik dan diplomatik. Menurutnya, kedua pihak perlu kembali menjalankan kerangka yang sudah mereka sepakati melalui MoU Islamabad.

Beijing juga mendorong AS dan Iran membuka kembali ruang komunikasi. Dialog tersebut menjadi salah satu jalur yang dapat mereka gunakan untuk mencari titik temu di tengah konflik yang masih berlangsung.

China menyatakan bahwa sejak awal konflik, Beijing terus mendorong penghentian pertempuran dan pembicaraan damai. Pemerintah China juga menyatakan dukungan terhadap berbagai inisiatif Presiden Xi Jinping terkait perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

MoU Islamabad Kembali Jadi Perhatian

Kini MoU Islamabad menjadi bagian penting dalam upaya mencari jalan keluar dari konflik. Kesepahaman tersebut berkaitan dengan pembahasan mengenai pelayaran di Selat Hormuz serta program nuklir Iran.

Para pihak menandatangani MoU tersebut pada 18 Juni. Kesepakatan itu menjadi salah satu dasar dalam upaya mencapai penyelesaian yang lebih menyeluruh melalui perundingan.

China kini meminta AS dan Iran kembali berpegang pada kerangka tersebut. Beijing menilai dialog dan negosiasi dapat membantu membuka ruang bagi pembahasan lanjutan mengenai persoalan yang belum selesai.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Klaim Iran Sukses Usir Musuh, Benarkah AS Berhasil Dipukul Mundur?

Konflik AS-Iran Berdampak ke Kawasan

Konflik AS-Iran turut memengaruhi kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah. Serangkaian serangan dan aksi balasan membuat ketegangan berkembang hingga berdampak pada jalur pelayaran strategis.

Menurut laporan yang dikutip ANTARA dan Anadolu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di kawasan.

Situasi tersebut juga membuat Selat Hormuz menjadi salah satu titik utama dalam konflik. Jalur perairan itu memiliki peran penting bagi lalu lintas energi sehingga perkembangan di kawasan tersebut mendapat perhatian internasional.

China Ingin Ketegangan Segera Mereda

Beijing menyatakan akan terus mendukung berbagai upaya untuk memulihkan ketenangan di Timur Tengah dan kawasan Teluk. China menempatkan dialog sebagai salah satu cara untuk meredakan ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat.

Guo juga menyampaikan bahwa China akan terus menjalankan berbagai inisiatif yang sebelumnya disampaikan Xi Jinping. Langkah tersebut mencerminkan posisi Beijing yang mendorong penyelesaian melalui pendekatan politik dan diplomatik.

Pada saat yang sama, perkembangan konflik tetap bergantung pada keputusan AS dan Iran. Kedua negara perlu menentukan langkah berikutnya dalam proses komunikasi dan perundingan yang dapat memengaruhi situasi di kawasan.

Jalur Diplomasi Masih Jadi Perhatian

Seruan China menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai konflik AS-Iran. Beijing meminta kedua pihak kembali membuka ruang perundingan dan menjalankan komitmen yang tercantum dalam MoU Islamabad.

Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan hubungan Washington dan Teheran. Stabilitas kawasan Teluk, keamanan pelayaran, serta isu nuklir Iran juga menjadi bagian dari persoalan yang perlu mendapat perhatian.

China mengatakan akan terus mendorong terciptanya perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah. Sementara itu, dunia internasional masih menunggu perkembangan dialog antara AS dan Iran setelah Beijing kembali menyerukan agar kedua negara kembali ke meja perundingan.

Similar Posts