Suriah Siap Gelar Pemilu Parlemen Perdana Usai Jatuhnya Rezim Assad
Suriah kini bersiap gelar pemilihan umum (pemilu) parlemen pertamanya sejak runtuhnya rezim Bashar al-Assad yang berlangsung hampir 25 tahun.

Pemilu ini dijadwalkan berlangsung antara 15 hingga 20 September 2025 di bawah pemerintahan transisi yang dipimpin Presiden sementara Ahmad al-Sharaa. Langkah ini merupakan bagian penting dari proses transisi politik dan rekonstruksi pemerintahan yang inklusif di negara tersebut.
Latar Belakang Runtuhnya Rezim Assad
Rezim Bashar al-Assad yang telah berkuasa sejak 2000 dan Partai Baath yang memerintah sejak 1963 runtuh pada Desember 2024 setelah serangan militer besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan oposisi.
Kepergian Assad ke Rusia menandai berakhirnya era panjang pemerintahan yang kontroversial tersebut, sekaligus membuka babak baru dalam sejarah Suriah.
Masa transisi politik kini sedang berlangsung dengan pembentukan pemerintahan sementara di bawah Ahmad al-Sharaa.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Jadwal dan Persiapan Pemilu Parlemen Perdana
Pemungutan suara untuk memilih anggota Majelis Rakyat Suriah (parlemen) direncanakan antara 15 sampai 20 September 2025 di seluruh provinsi negara tersebut tanpa terkecuali. Komite Pemilihan Tinggi yang dibentuk berdasarkan dekret Presiden Sharaa pada Juni 2025 tengah melakukan persiapan intensif.
Subkomite pemilihan pembantu telah dibentuk dan sedang menyiapkan logistik, mekanisme pemilihan, serta sosialisasi kepada masyarakat luas demi menjamin kelancaran proses demokrasi.
Perubahan Sistem dan Komposisi Parlemen
Salah satu pembaruan signifikan dalam pemilu ini adalah peningkatan jumlah kursi Majelis Rakyat dari sebelumnya 150 menjadi 210 kursi. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 kursi akan langsung ditunjuk oleh Presiden sementara, sedangkan sisanya 140 kursi diperebutkan melalui pemilu.
Penyesuaian jumlah kursi dan distribusinya berdasarkan sensus penduduk 2011 bertujuan untuk memastikan representasi rakyat yang lebih merata di berbagai provinsi.
Baca Juga:
Prinsip dan Kebijakan Pemilu Transisi

Pemerintah transisi menekankan bahwa pemilu ini harus inklusif dan mencerminkan aspirasi seluruh rakyat Suriah. Presiden al-Sharaa menegaskan pentingnya melibatkan seluruh wilayah Suriah dan menolak segala bentuk pembagian wilayah yang dapat memicu konflik atau perpecahan.
Selain itu, individu-individu yang terlibat dalam kejahatan perang, penyebar paham sektarian, dan gerakan separatis dikecualikan dari proses pemilihan demi menjaga persatuan dan keutuhan negara.
Tantangan dan Harapan Dalam Proses Demokrasi Baru
Pelaksanaan pemilu di tengah kondisi pasca konflik tentu menyimpan banyak tantangan, termasuk keamanan, logistik, dan kepercayaan masyarakat. Namun, pemerintah transisi optimis bahwa proses demokrasi ini adalah langkah penting untuk membangun Suriah yang damai, stabil, dan berdaulat kembali.
Keterlibatan masyarakat pada semua tingkatan, pengawasan independen, dan pemantauan kemanusiaan diharapkan menjamin pemilu berjalan adil dan transparan.
Dampak dan Implikasi Pemilu Bagi Masa Depan
Pemilu parlemen kali ini merupakan tonggak sejarah yang membuka peluang rekonsiliasi nasional dan pembentukan pemerintahan yang legitimate. Hasil pemilu akan menentukan arah kebijakan publik, rekonstruksi ekonomi, dan sistem politik yang inklusif bagi seluruh kelompok masyarakat.
Kesuksesan pemilu ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk Suriah pasca perang dalam mewujudkan perdamaian berkelanjutan dan pembangunan yang berdaulat.
Kesimpulan
Suriah akan menggelar pemilu parlemen pertamanya sejak runtuhnya rezim Bashar al-Assad pada September 2025, di bawah kepemimpinan pemerintahan transisi Presiden Ahmad al-Sharaa. Pemungutan suara yang melibatkan seluruh provinsi ini menandai babak baru dalam perjalanan demokrasi Suriah dengan jumlah kursi parlemen yang bertambah dan sistem yang lebih inklusif.
Pemerintah transisi mengedepankan prinsip anti-sektarianisme dan keutuhan wilayah, sambil mengecualikan para pelaku kejahatan perang dari proses politik. Pemilu ini diharapkan memperkuat stabilitas, rekonsiliasi, dan masa depan Suriah yang damai.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi viral terupdate lainnya hanya di VIEWNEWZ.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari bisnisupdate.com
- Gambar Kedua dari theconversation.com

