AS Serang Iran, Rusia Langsung Bereaksi! Konflik Timur Tengah Kembali Jadi Sorotan Dunia

Ketegangan Timur Tengah kembali memanas setelah AS menyerang Iran, memicu respons keras Rusia yang menilai langkah tersebut dapat menghambat upaya diplomasi nuklir Teheran.

AS Serang Iran, Rusia Langsung Bereaksi! Konflik Timur Tengah Kembali Jadi Sorotan Dunia

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut serangan AS telah merusak jalur penyelesaian yang sebelumnya mulai terbuka melalui kesepakatan antara Iran dan pemerintahan Presiden Donald Trump. VIEWNEWZ akan mengulas ketegangan terbaru Timur Tengah setelah AS menyerang Iran dan respons keras Rusia yang menilai konflik tersebut mengancam jalur diplomasi.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Rusia Soroti Serangan AS yang Ganggu Jalur Diplomasi Iran

Sergey Lavrov menyampaikan sikap Rusia dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Chad, Abdoulaye Sabre Fadoul, di Moskow. Ia menilai operasi militer AS justru mempersempit peluang penyelesaian konflik secara damai.

Menurut Lavrov, serangan tersebut bertentangan dengan memorandum yang baru saja ditandatangani antara Iran dan pemerintah AS. Rusia melihat kesepakatan itu sebagai peluang untuk membuka pembicaraan lebih lanjut terkait persoalan nuklir Iran.

“Ini menutup pintu yang tampaknya telah dibuka oleh memorandum tersebut,” ujar Lavrov dalam pernyataannya yang dikutip dari Middle East Monitor.

Lavrov juga menyoroti dampak serangan terhadap fasilitas sipil di Iran dan beberapa wilayah negara Teluk. Ia menilai tindakan militer tidak membawa perkembangan positif bagi stabilitas kawasan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Konflik AS dan Iran Kembali Memanas di Kawasan Teluk

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah kedua negara kembali melakukan aksi saling serang sejak pekan lalu. Situasi tersebut membuat sejumlah negara di kawasan mulai meningkatkan kewaspadaan.

Militer AS melaporkan bahwa pihaknya kembali melakukan serangkaian serangan terhadap puluhan target militer di sekitar Selat Hormuz dan wilayah pesisir Iran.

Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik ini karena jalur tersebut memiliki peran besar dalam distribusi energi dunia. Gangguan keamanan di kawasan itu dapat berdampak terhadap perdagangan minyak dan gas internasional.

Baca Juga: Bukan Sekadar Kapal! Kerja Sama RI-Rusia Ini Disebut Bawa Peluang Investasi dan Teknologi Baru

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika Konflik Berlanjut

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika Konflik Berlanjut

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memberikan peringatan keras setelah serangkaian serangan terjadi. Mereka menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai tindakan Amerika Serikat berhenti.

IRGC juga mengancam akan menyerang jalur ekspor minyak dan gas yang berkaitan dengan AS serta negara-negara sekutunya apabila konflik terus berlanjut.

Pihak Iran mengklaim telah menyerang beberapa fasilitas militer AS di kawasan, termasuk pusat komando Armada Kelima AS dan fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, militer Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat tiga rudal balistik Iran yang memasuki wilayah udaranya.

Harga Minyak Naik Setelah Konflik Kembali Memanas

Situasi geopolitik tersebut langsung memberikan dampak terhadap pasar energi global. Harga minyak mengalami kenaikan setelah AS memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan Iran dan Iran melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS.

Selain tekanan militer dan ekonomi, pemerintah AS juga mengambil langkah finansial. AS menjatuhkan sanksi kepada sejumlah dompet mata uang kripto yang terhubung dengan Bank Sentral Iran.

Departemen Keuangan AS menyebut langkah tersebut membekukan aset senilai lebih dari US$130 juta atau sekitar Rp2,35 triliun.

Kesepakatan Damai Iran Kembali Terancam Gagal

Sebelumnya, Iran dan pihak terkait sempat membuka peluang perdamaian melalui kesepakatan yang mendapat dukungan mediasi Pakistan. Upaya tersebut bertujuan mengakhiri konflik yang berlangsung sejak Februari secara permanen.

Namun, Rusia menilai perkembangan terbaru justru mengancam komitmen yang sudah dibangun sebelumnya. Moskow menyayangkan aksi militer yang kembali terjadi karena konflik tersebut langsung berdampak pada masyarakat sipil.

Dengan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, perhatian dunia kini tertuju pada langkah berikutnya dari masing-masing pihak. Banyak negara berharap jalur diplomasi tetap terbuka agar konflik tidak berkembang menjadi krisis yang lebih luas.

Similar Posts