AS Tutup Kedubes di Bahrain Setelah Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer!
Situasi di kawasan Teluk semakin memanas setelah Amerika Serikat menutup Kedutaan Besarnya di Bahrain menyusul serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer AS.
Penutupan ini dilakukan demi keselamatan staf dan warga AS, dengan pembatalan semua layanan konsuler sementara waktu. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan serangan balasan Iran usai operasi militer AS dan sekutunya di wilayah tersebut. Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya yang sedang viral hanya ada di VIEWNEWZ.
AS Tutup Kedubes Bahrain Usai Serangan Rudal Iran
Amerika Serikat menutup gedung Kedutaan Besar (Kedubes) di Bahrain menyusul serangan rudal yang dilancarkan Iran ke pangkalan militer AS di wilayah tersebut. Kebijakan ini diumumkan dalam pernyataan resmi Kedubes AS yang dikutip oleh AFP, Sabtu (28/2/2026). Penutupan ini berlaku mulai hari Minggu, 1 Maret 2026, hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Kedubes AS membatalkan semua kegiatan dan janji temu konsuler, baik reguler maupun darurat, yang dijadwalkan pada tanggal tersebut. Pihak Kedubes menyatakan belum bisa memastikan kapan operasi kembali normal. Pihak Kedubes mengambil keputusan ini untuk menjaga keselamatan staf dan warga Amerika di Bahrain.
Penutupan Kedubes AS ini mencerminkan eskalasi ketegangan antara AS dan Iran. Langkah serupa juga dapat memengaruhi aktivitas diplomatik di kawasan Teluk Arab, terutama di negara-negara sekutu yang memiliki kehadiran militer Amerika.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Serangan Balasan Iran Menyasar Pangkalan Militer AS
Serangan rudal Iran terjadi setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap wilayah Iran pada Sabtu pagi. Menurut laporan, Iran melakukan serangan balasan yang menyasar pangkalan militer AS di Bahrain dan beberapa negara Teluk Arab lainnya. Ledakan terdengar di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait.
Kantor berita Bahrain News Agency melaporkan pusat layanan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama menjadi sasaran rudal. Kantor berita Iran Fars mengonfirmasi bahwa Iran menyerang pangkalan militer AS di Bahrain. Insiden ini menunjukkan meningkatnya eskalasi ketegangan di Timur Tengah.
Sejumlah video yang beredar menunjukkan kepulan asap membumbung dari arah pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain. Pejabat AS yang dikutip CNN mengatakan bahwa Iran memang meluncurkan rudal ke pangkalan militer Amerika. Masyarakat lokal dan internasional menyaksikan situasi yang memanas dengan cemas.
Baca Juga: Perang Rudal Dimulai? Israel Tembakkan Rudal Ke Teheran, Iran Janji Balas Dengan Ledakan!
Keamanan Terancam Usai Kedubes Tutup
Penutupan Kedubes AS di Bahrain menyebabkan pembatalan layanan konsuler, termasuk visa, bantuan warga negara, dan janji resmi lainnya. Kedutaan menekankan bahwa keselamatan staf dan warga negara AS menjadi prioritas utama.
Bahrain sendiri merupakan sekutu strategis AS di Teluk Persia, menjadi tuan rumah tetap markas Armada Kelima Angkatan Laut AS. Keamanan wilayah ini menjadi perhatian serius mengingat peran Bahrain sebagai pusat operasi militer dan logistik bagi kekuatan Barat di kawasan.
Selain Bahrain, negara-negara Teluk lain yang menjadi lokasi pangkalan AS juga meningkatkan tingkat kesiagaan. Aparat keamanan dan militer memantau situasi dengan cermat untuk mencegah eskalasi lebih lanjut yang bisa berdampak pada stabilitas regional.
Ketegangan AS-Iran dan Respon Internasional
Insiden ini menarik perhatian internasional dan media global. Iran melancarkan serangan rudal sebagai balasan terhadap operasi militer AS dan Israel. Para analis memperingatkan bahwa ketegangan ini bisa memperburuk konflik di Timur Tengah jika pihak-pihak terkait tidak segera menangani secara diplomatis.
Pemerintah AS belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai langkah selanjutnya, namun penutupan Kedubes menunjukkan bahwa mereka memperhitungkan risiko keamanan yang meningkat. Pemerintah meminta negara-negara sekutu di Teluk Arab meningkatkan koordinasi dan kewaspadaan.
Sementara itu, masyarakat internasional mengamati perkembangan situasi dengan cermat. Organisasi internasional dan media global memantau setiap perubahan eskalasi, termasuk kemungkinan negosiasi atau intervensi diplomatik untuk mencegah konflik yang lebih luas.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com

