China-Rusia Makin Lengket, Xi Jinping Blak-Blakan Soal Pertemuannya dengan Putin

Hubungan China-Rusia kembali disorot usai Xi Jinping bertemu Vladimir Putin di KTT SCO di Bishkek, Kirgistan, menjadi pertemuan tatap muka pertama sejak Mei.

China-Rusia Makin Lengket, Xi Jinping Blak-Blakan Soal Pertemuannya dengan Putin

Dalam pertemuan tersebut, Xi Jinping mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali bertemu Putin. Ia juga menilai hubungan Beijing dan Moskwa terus menunjukkan perkembangan positif meski dunia menghadapi ketidakpastian dan dinamika internasional yang semakin kompleks. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE
NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Xi Jinping Senang Bisa Kembali Bertemu Putin

Xi Jinping menyampaikan langsung rasa senangnya kepada Putin dalam pertemuan bilateral tersebut. Menurut Xi, hubungan China dan Rusia kini semakin solid dan memiliki prospek yang cerah untuk terus berkembang.

Xi menilai kondisi internasional yang penuh ketidakpastian justru membuat kedua negara perlu menjaga komunikasi dan memperkuat kerja sama. Ia melihat hubungan Beijing dan Moskwa memiliki ruang yang luas untuk berkembang pada masa mendatang.

Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana China masih memandang Rusia sebagai mitra penting di tengah perubahan peta politik dan ekonomi global. Kedua negara juga terus menjaga hubungan strategis yang sudah mereka bangun dalam beberapa tahun terakhir.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Putin Sebut Kerja Sama China-Rusia Terus Maju

Vladimir Putin menyambut positif pernyataan Xi Jinping. Presiden Rusia tersebut mengatakan kerja sama antara Moskwa dan Beijing berkembang dengan baik di berbagai bidang.

Putin menyebut hubungan kedua negara berjalan sukses di semua lini. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Rusia ingin mempertahankan momentum kerja sama dengan China, terutama ketika tekanan ekonomi dan politik dari negara-negara Barat masih berlangsung.

Hubungan tersebut tidak hanya menyentuh urusan politik. China dan Rusia juga memiliki kepentingan bersama dalam perdagangan, energi, keamanan, serta berbagai sektor ekonomi lainnya.

Baca Juga: Bom Mobil Meledak di Depan Kantor Polisi Meksiko, Situasi Mendadak Mencekam

Perang Ukraina Tak Jadi Bahasan Utama

Pertemuan Xi dan Putin berlangsung ketika perang Rusia-Ukraina masih menjadi salah satu persoalan utama dalam politik internasional. Namun, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kedua pemimpin tidak menjadikan isu tersebut sebagai fokus utama pembicaraan.

Menurut Peskov, pembahasan lebih banyak mengarah pada hubungan ekonomi antara China dan Rusia. Perang Ukraina hanya muncul secara singkat dalam percakapan kedua pemimpin.

Kondisi ekonomi Rusia sendiri semakin berkaitan erat dengan China setelah negara-negara Barat menjatuhkan berbagai sanksi akibat invasi ke Ukraina. Situasi tersebut mendorong Moskwa memperkuat hubungan dagang dan ekonomi dengan Beijing.

China Tetap Bantah Dukung Agresi Rusia

Kedekatan China dengan Rusia terus mendapat perhatian negara-negara Barat. Sejumlah negara bahkan meminta Beijing menggunakan pengaruhnya untuk mendorong Moskwa menghentikan serangan di Ukraina.

Meski begitu, pemerintah China berulang kali membantah memberikan dukungan material terhadap agresi Rusia. Beijing juga mempertahankan posisi diplomatiknya dengan menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur politik.

Di sisi lain, hubungan ekonomi kedua negara tetap berjalan. China menjadi salah satu mitra penting bagi Rusia ketika Moskwa menghadapi berbagai pembatasan perdagangan dan keuangan dari negara-negara Barat.

KTT SCO Jadi Panggung Pertemuan Para Pemimpin

Pertemuan Xi Jinping dan Vladimir Putin berlangsung dalam rangkaian KTT SCO yang digelar selama dua hari di ibu kota Kirgistan. Agenda tersebut sekaligus menandai 25 tahun berdirinya organisasi yang berfokus pada kerja sama keamanan dan ekonomi regional.

Sesi pleno KTT dipimpin Presiden Kirgistan Sadyr Japarov. Selain Xi dan Putin, sejumlah pemimpin negara juga hadir, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Perdana Menteri India Narendra Modi, serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan turut hadir sebagai mitra dialog. Banyaknya pemimpin yang berkumpul membuat KTT SCO menjadi salah satu forum penting untuk melihat arah kerja sama negara-negara Asia di tengah perubahan geopolitik global.

Pertemuan Xi dan Putin pun mempertegas bahwa hubungan China-Rusia masih memiliki posisi strategis bagi kedua negara. Di tengah ketidakpastian dunia, Beijing dan Moskwa tampaknya sama-sama ingin menjaga hubungan tersebut tetap erat dan terus berkembang.

Similar Posts