Geger! Jenderal AS Tegur Trump, Iran Lebih Berbahaya Dari Venezuela!

Seorang jenderal militer AS memperingatkan Trump bahwa konflik dengan Iran jauh lebih berbahaya dan kompleks daripada di Venezuela.

Jenderal AS Tegur Trump, Iran Lebih Berbahaya Dari Venezuela!

Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas, Presiden Donald Trump mempertimbangkan opsi militer untuk menekan Teheran menghentikan program nuklirnya. Di tengah spekulasi serangan, penasihat militer AS memperingatkan risikonya. Jenderal Dan Caine menilai konfrontasi dengan Iran jauh lebih rumit dan berbahaya dibanding Venezuela.

Dapatkan kabar penting, inspiratif, dan bermanfaat dari dalam dan luar negeri, eksklusif di VIEWNEWZ, teman setia menambah wawasan Anda.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Strategi Awal Trump Dan Ancaman Serangan Lebih Besar

Donald Trump telah memaparkan taktik awalnya kepada para penasihatnya untuk menghadapi Iran, yang dimulai dengan serangan terarah. Tujuan dari serangan awal ini adalah untuk memaksa Iran agar bersedia menghentikan kemampuan mereka dalam membuat senjata nuklir. Jika pendekatan ini tidak berhasil, Trump siap mempertimbangkan serangan yang lebih masif.

AS dan perencana militernya mempertimbangkan serangan terarah yang menargetkan markas besar Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran, fasilitas nuklir utama, dan lokasi‑lokasi yang terkait dengan program rudal balistik Iran. Presiden Trump berharap langkah-langkah ini dapat meyakinkan Teheran untuk memenuhi tuntutan AS. Namun, jika tidak, dia akan mempertimbangkan opsi lain.

Sebagai langkah terakhir, jika Teheran tetap tidak patuh, Trump membuka kemungkinan serangan militer yang lebih besar pada akhir tahun ini. Serangan ini bertujuan untuk membantu menggulingkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Opsi ini menunjukkan keseriusan dan ambisi Trump dalam menghadapi Iran.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Keraguan Internal Dan Proposal Alternatif

Meskipun Trump memiliki rencana agresif, terdapat keraguan di dalam pemerintahan mengenai efektivitas serangan udara untuk menggulingkan Pemimpin Tertinggi Iran. Para pejabat mempertanyakan apakah tindakan militer itu cukup mencapai hasil yang diinginkan. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan di lingkaran dalam Gedung Putih.

Di balik layar, kedua belah pihak sedang mempertimbangkan proposal baru sebagai jalan keluar dari konflik militer. Proposal ini menetapkan program pengayaan nuklir yang sangat terbatas bagi Iran, yang hanya akan mereka gunakan untuk tujuan penelitian dan medis. Ini merupakan upaya diplomatik menit terakhir untuk menghindari eskalasi.

Keberhasilan proposal ini masih belum pasti, karena belum ada kesepakatan dari kedua belah pihak. Namun, munculnya proposal ini bertepatan dengan pengerahan dua kelompok kapal induk AS, puluhan jet tempur, pesawat pengebom, dan pesawat pengisian bahan bakar yang kini berada dalam jarak serang Iran. Kondisi ini menegaskan urgensi situasi.

Baca Juga: Viral! Komisi XI DPR Ingatkan Alumni LPDP Soal Tanggung Jawab Moral

Peringatan Jenderal Dan Caine

 Peringatan Jenderal Dan Caine

Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, menyampaikan pandangannya dalam pertemuan di Situation Room Gedung Putih. Meskipun ia dan Direktur CIA John Ratcliffe tidak menganjurkan posisi kebijakan tertentu, Jenderal Caine menganalisis operasi militer, dan Ratcliffe membahas situasi lapangan serta memprediksi kemungkinan hasil dari operasi yang mereka usulkan.

Dalam diskusi sebelumnya tentang operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, Jenderal Caine menyatakan kemungkinan besar keberhasilan. Namun, ia tidak dapat memberikan jaminan yang sama kepada Iran. Jenderal Caine menegaskan bahwa pasukan dan pemerintahan Iran jauh lebih sulit untuk ditaklukkan daripada pasukan dan pemerintahan Venezuela.

Perbandingan ini menyoroti kompleksitas geografis, militer, dan politik Iran yang jauh melampaui Venezuela. Jenderal Caine mengingatkan Presiden Trump tentang potensi risiko dan tantangan besar yang akan dihadapi jika ia memilih jalur militer terhadap Iran.

Pertimbangan Geopolitik Dan Kesiapan Militer

The New York Times menyusun laporan ini berdasarkan percakapan dengan beberapa pejabat Amerika yang mengetahui pertemuan tersebut, yang memberikan pandangan berbeda mengenai tindakan terbaik. Karena diskusi ini melibatkan operasi militer dan penilaian intelijen, para pejabat tersebut enggan mengungkapkan nama mereka.

Situasi geopolitik saat ini sangat krusial, dengan AS dan Iran dijadwalkan untuk melakukan negosiasi di Jenewa. Para pihak mengharapkan pertemuan ini menjadi negosiasi terakhir untuk menghindari konflik militer. Jika negosiasi gagal, Presiden Trump dapat memerintahkan tindakan militer yang telah dipertimbangkan.

Kesiapan militer AS di wilayah tersebut, dengan pengerahan kapal induk dan aset udara, menunjukkan bahwa Amerika Serikat siap untuk bertindak jika diplomasi gagal. Namun, Jenderal Dan Caine memperingatkan bahwa kita tidak boleh mengambil keputusan untuk melawan Iran dengan enteng, mengingat tantangan yang jauh lebih besar.

Dapatkan semua berita viral, trending, dan update terpanas, langsung di VIEWNEWZ, pusat informasi terkini hanya untuk Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari: international.sindonews.com
  • Gambar Kedua dari: mediaindonesia.com

Similar Posts