Heboh! Jepang Siap Pasang Rudal Dekat Taiwan, China Panik

Heboh! Jepang berencana memasang sistem rudal canggih di pulau dekat Taiwan, memicu reaksi keras China langkah Tokyo ini.

Siap Pasang Rudal Dekat Taiwan, China Panik

Ketegangan, alasan Jepang memperkuat militernya, reaksi Beijing, serta dampak bagi keamanan Asia Pasifik dan pandangan internasional. Simak selengkapnya mengenai langkah strategis yang memicu sorotan dunia ini. Simak dan ikutin terus  informasi terbaru dan terviral lainnya yang sedang viral hanya ada di VIEWNEWZ.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Jepang Siap Pasang Rudal Dekat Taiwan

Jepang resmi mengumumkan rencana untuk menempatkan sistem rudal darat‑ke‑udara di Pulau Yonaguni, yang terletak di wilayah paling barat negara itu dan jaraknya hanya sekitar 110 kilometer dari Taiwan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pertahanan Tokyo untuk memperkuat kemampuan militer di kawasan baratnya.

Pulau Yonaguni bagian dari Prefektur Okinawa dipandang strategis karena dekat dengan jalur laut dan udara yang rentan jika terjadi konflik di Selat Taiwan. Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, mengatakan sistem rudal tersebut direncanakan akan terpasang paling lambat Maret 2031, dengan target persiapan fasilitas selesai.

Rudal yang akan ditempatkan merupakan sistem permukaan‑ke‑udara berjangkauan menengah, dirancang untuk menangkal ancaman udara dan rudal musuh, serta mampu melacak puluhan target sekaligus. Langkah ini menunjukkan keseriusan Tokyo dalam memperkuat pertahanan udara di lingkungan yang semakin tidak stabil.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Mengulik Ketegangan Jepang

Rencana ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan politik dan militer di kawasan Asia Timur, terutama antara Jepang, China, dan Taiwan. China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan belum menyerah pada kemungkinan menggunakannya kekuatan militer untuk “penyatuan kembali”.

Beberapa analis menilai keputusan Jepang untuk memasang rudal di Yonaguni sebagai respons terhadap aktivitas militer China yang semakin agresif. Termasuk patroli kapal perang dan pesawat di sekitar perairan dekat pulau‑pulau Jepang di selatan. Kebijakan ini juga dipengaruhi oleh pernyataan politisi Jepang tentang kemungkinan keterlibatan militer.

Selain itu, Jepang telah memperluas infrastruktur militer di Kepulauan Ryukyu selama beberapa tahun terakhir, memperkuat radar. Pangkalan, dan unit pasukan bela diri di pulau‑pulau strategis untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini dan pertahanan.

Baca Juga: Geger! Duterte Disidang ICC, Dituding Dalangi 78 Pembunuhan Perang Narkoba

Reaksi Keras Beijing Terhadap Rencana Jepang

Reaksi Keras Beijing Terhadap Rencana Jepang

China memberikan tanggapan yang tegas dan keras atas langkah Tokyo tersebut. Pemerintah China menyebut rencana penempatan rudal ini sebagai “langkah sangat berbahaya” yang dapat memperburuk ketegangan regional dan memicu konfrontasi militer. Beijing menegaskan bahwa negara luar, termasuk Jepang, tidak seharusnya ikut campur.

Pejabat pertahanan China telah memperingatkan bahwa tindakan Jepang bisa mengundang konsekuensi serius dan memicu respons lebih agresif dari Beijing. Pernyataan di media pemerintah China menekankan bahwa langkah Jepang dianggap sebagai upaya “menciptakan ketegangan dan provokasi” yang berpotensi merusak stabilitas kawasan.

Selain itu, China telah menggunakan sejumlah instrumen tekanan ekonomi dan diplomatik terhadap Jepang. Termasuk pembatasan ekspor barang tertentu, pembatalan kegiatan budaya, serta demonstrasi militer di wilayah laut yang berdekatan. Semua ini menunjukkan bahwa hubungan kedua negara berada pada titik paling tegang.

Respon Dunia dan Dampak Kawasan

Rencana Jepang ini bukan hanya berdampak bagi hubungan bilateral Tokyo‑Beijing, tetapi juga memengaruhi persepsi keamanan seluruh kawasan Asia Pasifik. Beberapa negara tetangga dan mitra internasional memandang langkah ini sebagai sinyal bahwa Jepang ingin memainkan peran yang lebih aktif dalam mempertahankan stabilitas regional.

Namun kritik juga muncul di dalam dan luar Jepang, yang khawatir bahwa penempatan senjata ofensif dekat Taiwan dapat memperluas risiko konflik daripada mencegahnya. Beberapa analis internasional menilai diplomasi dan dialog multilateral tetap lebih efektif daripada eskalasi militer dalam jangka panjang.

Sementara itu, Taiwan sendiri memperhatikan perkembangan ini dengan campuran reaksi melihat dukungan militer Jepang. Sebagai bantuan strategis, namun juga khawatir bahwa kawasan semakin menjadi medan ketegangan militer antara kekuatan besar seperti China dan sekutunya, termasuk Jepang dan Amerika Serikat.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari international.sindonews.com
  • Gambar Kedua dari international.sindonews.com

Similar Posts