Mensos Pastikan Hunian Sementara Untuk Korban Banjir
Menteri Sosial memastikan penyediaan hunian sementara bagi korban banjir, agar masyarakat terdampak memiliki tempat tinggal aman dan layak segera.

Langkah ini dilakukan bersinergi dengan BNPB dan pemerintah daerah, sekaligus menyiapkan hunian tetap bagi warga yang kehilangan rumahnya. Berikut ini VIEWNEWZ akan memberikan informasi mengenai langkah-langkah pemerintah dalam menangani korban bencana banjir.
Pemerintah Prioritaskan Penyediaan Huntara dan Huntap
Gus Ipul menegaskan bahwa pembangunan hunian bagi warga terdampak merupakan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan nyata di masa pemulihan. Hunian sementara dan hunian permanen menjadi fokus utama, mengingat ribuan rumah rusak berat atau hilang akibat terjangan banjir bandang.
Menurutnya, pembangunan huntara merupakan langkah awal agar masyarakat memiliki tempat tinggal layak sambil menunggu pembangunan hunian tetap. Program ini dipersiapkan melalui koordinasi lintas kementerian agar prosesnya berjalan cepat dan tepat sasaran.
Penyediaan huntara juga tidak hanya terkait fisik bangunan, tetapi mencakup sarana pendukung seperti akses air bersih, sanitasi, fasilitas kesehatan, serta dukungan sosial bagi warga yang kehilangan anggota keluarga atau mata pencaharian.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Koordinasi Lintas Kementerian dan Pemerintah Daerah
Untuk memastikan proses perencanaan berjalan komprehensif, Kementerian Sosial telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah serta kementerian terkait, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Koordinasi ini meliputi:
- Identifikasi lokasi yang aman untuk pembangunan huntara dan huntap
- Pemetaan kebutuhan warga berdasarkan tingkat kerusakan rumah
- Perencanaan teknis pembangunan oleh instansi terkait
- Penentuan prioritas penerima manfaat, terutama bagi keluarga yang rumahnya hilang atau tidak dapat dihuni
Sinergi ini dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Presiden agar pemulihan dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Baca Juga: Temui Presiden Prabowo, Ketua MPR Ahmad Muzani Singgung Amendemen UUD
Penyaluran Bantuan Rp25 Miliar

Hingga saat ini, Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan senilai Rp25 miliar, baik dalam bentuk natura maupun dukungan operasional untuk dapur umum. Bantuan tersebut juga mencakup belanja bahan baku, kebutuhan logistik, serta pembiayaan sumber daya manusia yang terlibat dalam penanganan bencana.
Kemensos mengoperasikan sekitar 30 dapur umum yang tersebar di tiga provinsi terdampak. Dapur umum ini dikelola bersama masyarakat dan dinas sosial setempat untuk memastikan distribusi makanan berjalan merata dan konsisten setiap harinya.
Dukungan tersebut menjadi sangat penting mengingat banyak warga kehilangan akses terhadap dapur, peralatan memasak, serta bahan pangan akibat bencana.
Produksi 80 Ribu Porsi Makanan
Lebih dari 570 anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) dikerahkan untuk memperkuat operasional dapur umum. Dengan pengalaman dan kemampuan penanganan darurat, Tagana mampu memproduksi hingga 80 ribu bungkus makanan setiap hari.
Selain memasak, mereka juga membantu proses pendistribusian makanan ke lokasi-lokasi pengungsian, mendirikan tenda, hingga mendampingi warga yang mengalami trauma akibat bencana. Kehadiran Tagana menjadi elemen penting dalam memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sepanjang masa tanggap darurat.
Kemensos juga menyiapkan layanan dukungan psikososial untuk membantu warga, terutama anak-anak dan lansia, agar dapat pulih secara emosional setelah mengalami peristiwa traumatis.
Dampak Bencana dan Rencana Pemulihan Jangka Panjang
Berdasarkan laporan Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025 dari BNPB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 753 orang, sementara 650 orang masih dinyatakan hilang, dan 2.600 orang mengalami luka-luka. Angka ini menunjukkan betapa besar dampak bencana yang terjadi dan perlunya penanganan komprehensif dari berbagai pihak.
Untuk membantu keluarga korban, Kementerian Sosial akan menyalurkan:
- Santunan ahli waris bagi korban meninggal sebesar Rp15 juta
- Bantuan bagi korban luka berat sebesar Rp5 juta
Usai masa tanggap darurat, pemerintah juga akan melaksanakan asesmen lanjutan untuk menyusun program pemberdayaan masyarakat. Program tersebut ditujukan bagi warga yang kehilangan rumah, pekerjaan, atau sumber mata pencaharian, sehingga mereka dapat kembali bangkit dan mandiri secara ekonomi.
Simak dan ikuti terus berbagai informasi berita-berita terbaru dan terupdate menarik lainnya hanya di VIEWNEWZ.

