Ngeri! Banjir dan Longsor Terjang Pakistan, Nyaris 200 Orang Tewas dalam Sehari!

Banjir bandang dan tanah longsor terjang Pakistan serta wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan, tewaskan 194 orang dalam waktu 24 jam.​

Ngeri! Banjir dan Longsor Terjang Pakistan, Nyaris 200 Orang Tewas dalam Sehari!

Sebagian besar korban tewas diakibatkan oleh banjir bandang dan runtuhnya rumah. Provinsi Khyber Pakhtunkhwa di Pakistan barat laut menjadi wilayah paling parah terdampak, mencatat 180 korban jiwa. Tragedi ini diperparah dengan jatuhnya helikopter M-17 yang menewaskan lima awak saat operasi penyelamatan.

Hujan lebat diperkirakan akan terus berlanjut hingga 21 Agustus, memperburuk kondisi di daerah yang telah dinyatakan sebagai zona bencana. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran VIEWNEWZ.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Skala Bencana dan Korban Jiwa

Data terbaru menunjukkan bahwa bencana ini telah merenggut setidaknya 194 nyawa dalam sehari. Sebagian besar korban jiwa, yakni 180 orang, tercatat di provinsi pegunungan Khyber Pakhtunkhwa di Pakistan barat laut. Sembilan korban lainnya ditemukan di Kashmir yang dikuasai Pakistan, sementara lima orang meninggal di wilayah utara Gilgit-Baltistan.

Di antara para korban tewas, terdapat 19 wanita dan 17 anak-anak, dengan 28 orang lainnya mengalami luka-luka di berbagai wilayah. Selain korban jiwa, bencana ini juga menghancurkan setidaknya 30 rumah.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Insiden Fatal Helikopter Penyelamat

Tragedi lain menambah duka di tengah operasi penyelamatan. Sebuah helikopter M-17 milik pemerintah daerah di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa jatuh akibat cuaca buruk saat menjalankan misi penyelamatan menuju Bajaur, sebuah distrik suku yang berbatasan dengan Afghanistan.

Kecelakaan ini menewaskan kelima awak helikopter, termasuk dua pilot. Jatuhnya helikopter ini menjadi pukulan berat bagi upaya penanganan bencana di tengah kondisi yang sudah kritis.

Baca Juga: BCA Angkat Bicara Soal Pembukaan Rekening di Sidang TPPU Nikita Mirzani

Peringatan Cuaca dan Wilayah Terdampak Parah

Peringatan Cuaca dan Wilayah Terdampak Parah

Badan meteorologi Pakistan telah mengeluarkan peringatan hujan lebat yang diperkirakan akan berlanjut hingga 21 Agustus di wilayah barat laut negara itu. Beberapa daerah di wilayah tersebut, seperti distrik pegunungan Buner, Bajaur, Mansehra, dan Battagram, telah dinyatakan sebagai zona bencana oleh pemerintah provinsi Khyber Pakhtunkhwa karena dampak parah yang dialami.

Di Bajaur, warga berkumpul di sekitar ekskavator yang menggali area perbukitan yang diselimuti lumpur, sementara doa pemakaman digelar untuk para korban. Seorang warga dari distrik Buner, Azizullah, menggambarkan banjir bandang tersebut sebagai “kiamat”, dengan tanah yang bergetar hebat akibat derasnya air.

Peran Perubahan Iklim Dalam Intensitas Bencana

Musim monsun di Asia Selatan, yang berlangsung dari Juni hingga September, biasanya menyumbang sekitar tiga perempat dari curah hujan tahunan dan sangat penting bagi pertanian. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, intensitas dan ketidakpastian cuaca ekstrem ini meningkat secara signifikan.

Para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan iklim berperan besar dalam memperburuk frekuensi dan intensitas bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di kawasan ini. Pakistan, meskipun hanya menyumbang kurang dari 1% emisi gas rumah kaca global. Menjadi salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Pada tahun 2022, Pakistan mengalami musim hujan terburuk dalam sejarahnya. Yang menenggelamkan sepertiga wilayah negara itu dan menewaskan lebih dari 1.700 orang, serta menyebabkan kerugian ekonomi sekitar US$40 miliar (sekitar Rp 650 triliun).

Curah hujan pada Juli lalu di Provinsi Punjab, yang merupakan rumah bagi hampir setengah dari 255 juta penduduk Pakistan. Tercatat 73% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dan jumlah korban jiwa di provinsi ini melampaui total kematian sepanjang musim hujan sebelumnya.

Kesimpulan

Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Pakistan dan Kashmir menunjukkan kerentanan wilayah tersebut terhadap cuaca ekstrem yang semakin diperburuk oleh perubahan iklim. Dengan ratusan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas, respons cepat dan mitigasi jangka panjang sangat dibutuhkan.

Peringatan cuaca yang terus-menerus mengindikasikan bahwa ancaman bencana masih belum berakhir. Menyerukan kewaspadaan dan dukungan internasional untuk membantu Pakistan menghadapi tantangan lingkungan yang terus meningkat. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap hanya di VIEWNEWZ.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari news.detik.com
  2. Gambar Kedua dari indopolitika.com

Similar Posts