Peringatan Keras Dari Iran, Khamenei Ancam AS Perang Regional Jika Serang Teheran!

Iran memperingatkan bahwa serangan AS bisa memicu perang regional di Timur Tengah, memicu kekhawatiran eskalasi konflik.

Khamenei Ancam AS Perang Regional Jika Serang Teheran

Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, memperingatkan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa serangan AS bisa memicu konflik regional lebih luas. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan terkait program nuklir Iran dan penempatan pasukan AS, menimbulkan kekhawatiran eskalasi di Timur Tengah.

Dapatkan berbagai berita menarik dari dalam dan luar negeri yang inspiratif dan bermanfaat, hanya di VIEWNEWZ, sumber wawasan terpercaya!

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Peringatan Khamenei terhadap AS

Pada Senin (2/2/2026), Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Beliau menegaskan bahwa jika AS memulai serangan terhadap negaranya, konsekuensinya bisa sangat serius, yaitu memicu perang regional. Pernyataan ini dilansir oleh BBC, menyoroti meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

“Amerika Serikat harus tahu bahwa jika mereka memulai perang, kali ini bisa menjadi perang regional,” kata Khamenei. Peringatan ini mengindikasikan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika diserang, dan siap membalas dengan skala yang lebih besar, melibatkan kekuatan di seluruh wilayah.

Pernyataan Khamenei ini menunjukkan sikap tegas Iran dalam menghadapi ancaman dari AS. Hal ini juga menjadi isyarat bahwa Iran tidak gentar dengan potensi konflik, melainkan siap mempertahankan diri dan kepentingannya di kawasan tersebut, bahkan jika itu berarti eskalasi yang lebih luas.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Ketegangan di Tengah Pembicaraan Nuklir

Meskipun ada retorika keras, sebelumnya, Donald Trump menyatakan bahwa Iran sedang dalam “pembicaraan serius”. Ia berharap pembicaraan tersebut akan menghasilkan sesuatu yang “bisa diterima”. Ini menunjukkan adanya upaya diplomatik di balik layar, meskipun dengan dinamika yang kompleks dan penuh tantangan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga mengungkapkan optimisme. Ia menyatakan kepada CNN bahwa pihaknya yakin dapat mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Teheran. Pernyataan ini memberikan sedikit harapan di tengah ketegangan, mengindikasikan bahwa jalur diplomasi masih terbuka.

Namun, Trump sebelumnya telah mengancam akan campur tangan di Iran terkait ambisi nuklirnya dan setelah penindasan mematikan terhadap protes anti-pemerintah. Ancaman ini terus membayangi, menunjukkan bahwa situasi bisa berubah dengan cepat, tergantung pada perkembangan negosiasi dan tindakan masing-masing pihak.

Baca Juga: NATO Buat Bank Baru Untuk Persiapkan Perang Lawan Rusia

Respon Iran Terhadap Militer AS

 Respon Iran Terhadap Militer AS

Pejabat keamanan teratas Iran, Ali Larijani, sebelumnya menyebut bahwa negosiasi sedang berkembang. Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa Iran tetap terbuka untuk dialog, meskipun dengan kewaspadaan tinggi terhadap pergerakan militer AS di kawasan.

AS mengirim kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan tersebut, dan akhir pekan lalu Komando Pusat AS menyatakan kapal itu beroperasi di Laut Arab. Penempatan kekuatan militer ini menunjukkan penekanan AS terhadap Iran, yang selalu membalasnya dengan tegas.

Menanggapi hal tersebut, Khamenei menegaskan, “(Trump) sering mengatakan bahwa dia mengirim kapal… Bangsa Iran tidak akan takut dengan hal-hal ini.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran tidak gentar dengan unjuk kekuatan militer AS, dan siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di wilayahnya.

Ancaman Dan Latihan Militer di Selat Hormuz

Iran berencana memulai latihan militer laut dengan tembakan langsung selama dua hari pada Minggu di Selat Hormuz. Selat ini merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia dan rute kunci untuk pasokan energi global, sehingga latihan ini memiliki implikasi internasional yang signifikan.

Namun, pada Minggu, seorang pejabat Iran yang dikutip dari Reuters mengatakan bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak memiliki rencana untuk mengadakan latihan semacam itu. Perubahan rencana ini mungkin bertujuan untuk meredakan ketegangan, atau sebagai strategi taktis.

Sebelumnya, Iran mengancam menutup selat jika diserang. AS memperingatkan Iran agar tidak bersikap ‘tak aman dan tidak profesional’. Araghchi menanggapi, “Militer AS berusaha mendikte latihan menembak angkatan bersenjata kami di wilayah mereka sendiri.”

Gunakan waktu Anda untuk menjelajahi berbagai informasi viral terbaru dan terpopuler lainnya, hanya di VIEWNEWZ, pusat berita terkini!


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari msn.com

Similar Posts