Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung, PDIP: Bagian dari Adat atau Ekspresi Kesombongan?
Video mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menginjak kepala kerbau saat mengikuti prosesi pemberian gelar adat di Lampung menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Rekaman singkat itu memunculkan berbagai pendapat. Sebagian masyarakat menganggap momen tersebut sebagai bagian dari tradisi adat, sementara sebagian lainnya mempertanyakan makna di balik tindakan tersebut.
Perdebatan semakin ramai setelah PDI Perjuangan memilih tidak memberikan penilaian secara langsung. Partai itu justru menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menafsirkan gestur Jokowi dalam prosesi tersebut. Di sisi lain, lima kerajaan adat Lampung tetap menegaskan bahwa pemberian gelar kepada Jokowi merupakan bentuk penghormatan atas kontribusinya selama memimpin Indonesia.
PDIP Serahkan Penilaian kepada Masyarakat
Politikus PDIP, Guntur Romli, menegaskan bahwa partainya tidak ingin ikut berspekulasi mengenai tindakan Jokowi saat prosesi adat berlangsung. Ia meminta masyarakat memberikan penilaian berdasarkan sudut pandang masing-masing.
“Biarlah rakyat yang menilai,” kata Guntur Romli saat dihubungi pada Minggu (28/6/2026).
Guntur juga tidak ingin menyimpulkan apakah tindakan menginjak kepala kerbau merupakan bagian dari ritual adat, ekspresi kesombongan, atau simbolisasi perendahan politik. Menurutnya, masyarakat berhak menafsirkan sendiri makna dari momen tersebut.
Pernyataan itu langsung menarik perhatian publik. Banyak warganet mulai membahas filosofi adat Lampung sekaligus membandingkannya dengan tradisi serupa yang masih hidup di berbagai daerah di Indonesia.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Prosesi Pemberian Gelar Berlangsung Penuh Khidmat
Sebelum muncul polemik, Jokowi lebih dulu melakukan kunjungan ke Provinsi Lampung. Dalam kesempatan itu, lima kerajaan adat Lampung menganugerahi dirinya gelar kehormatan “Baginda Pemuka Bangsa”.
Panitia menggelar prosesi adat di Rumah Adat Lampung Kedatun Keagungan, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandarlampung. Para sultan, penyimbang adat, tokoh masyarakat, dan tamu undangan menghadiri acara tersebut.
Jokowi mengenakan pakaian adat Lampung lengkap selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Masyarakat adat kemudian menyambut kedatangannya melalui tradisi Nemui Nyimah sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan.
Setelah prosesi penyambutan selesai, panitia melanjutkan acara penyematan gelar di Gedung Pusiban. Seluruh rangkaian berlangsung sesuai tata cara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Baca Juga:Â Mendagri Tito Dorong Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier, Jangan Cuma Jadi ASN!
Momen Injak Kepala Kerbau Langsung Jadi Sorotan
Di tengah prosesi adat, Jokowi melangkah di atas karpet merah lalu menginjak kepala kerbau yang menjadi bagian dari rangkaian acara. Momen itulah yang kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai tanggapan.
Pengguna media sosial membagikan potongan video tersebut ke berbagai platform. Sebagian orang mempertanyakan makna tindakan itu, sedangkan sebagian lainnya mengingatkan agar publik memahami terlebih dahulu konteks budaya yang menyertai prosesi tersebut.
Sejumlah masyarakat juga mengajak publik untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan cuplikan video berdurasi singkat. Mereka menilai setiap prosesi adat memiliki filosofi yang berbeda sehingga membutuhkan penjelasan yang utuh.
Perbedaan pandangan itu membuat pembahasan mengenai video tersebut terus bergulir hingga menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan.
Gelar Baginda Pemuka Bangsa Jadi Bentuk Penghormatan
Lima kerajaan adat Lampung memberikan gelar “Baginda Pemuka Bangsa” kepada Jokowi sebagai bentuk penghormatan tertinggi. Para pemangku adat memberikan penghargaan tersebut sebagai apresiasi atas kontribusi serta pengabdian Jokowi selama memimpin Indonesia.
Para tokoh adat menjalankan seluruh prosesi sesuai aturan dan tradisi yang mereka jaga selama bertahun-tahun. Mereka berharap pemberian gelar tersebut dapat mempererat hubungan masyarakat adat dengan para tokoh bangsa.
Bagi masyarakat Lampung, gelar kehormatan bukan sekadar simbol. Prosesi itu juga mencerminkan penghormatan terhadap budaya, sejarah, nilai persaudaraan, dan warisan leluhur yang tetap mereka pelihara hingga sekarang.
Jokowi Ajak Generasi Muda Menjaga Budaya Nusantara
Setelah menerima gelar kehormatan tersebut, Jokowi menyampaikan rasa syukur sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku adat Lampung. Ia mengaku sangat menghargai penghormatan yang diberikan kepadanya.
Jokowi juga menyampaikan apresiasi kepada Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 beserta seluruh jajaran perangkat adat yang telah menyelenggarakan prosesi tersebut. Menurutnya, masyarakat perlu terus menjaga kebudayaan daerah sebagai bagian penting dari identitas bangsa.
Ia berharap generasi muda terus mempelajari, mencintai, dan melestarikan budaya Nusantara agar nilai-nilai luhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Jokowi menilai setiap daerah memiliki kekayaan budaya yang patut dijaga bersama.
Sementara itu, perdebatan mengenai momen injak kepala kerbau masih terus berlangsung. Sebagian masyarakat memandangnya sebagai bagian dari prosesi adat, sedangkan sebagian lainnya memiliki penafsiran berbeda. Terlepas dari berbagai pendapat yang muncul, prosesi pemberian gelar adat kepada Jokowi kembali mengingatkan publik bahwa tradisi budaya sering menghadirkan beragam sudut pandang ketika menjadi konsumsi masyarakat luas.
