Inggris Resmi Larang Garda Revolusi Iran, Teheran Langsung Murka dan Ancam Balas!
Inggris melarang Garda Revolusi Iran (IRGC), Teheran langsung memanggil Duta Besar Inggris dan mengancam akan memberikan respons tegas sebagai balasan.
Ketegangan tersebut menambah daftar panjang perselisihan antara kedua negara. Iran menilai Inggris mengambil keputusan sepihak tanpa dasar yang kuat. Sementara itu, pemerintah Inggris menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan melindungi keamanan nasional dari berbagai ancaman yang mereka nilai semakin serius.
Iran Protes Keras dan Panggil Duta Besar Inggris
Kementerian Luar Negeri Iran segera memanggil Duta Besar Inggris untuk Teheran, Hugo Shorter, setelah London mengumumkan kebijakan baru itu. Dalam pertemuan tersebut, pejabat Iran menyampaikan protes keras karena Inggris memasukkan IRGC ke dalam aturan di bawah Undang-Undang Pencegahan Ancaman Negara.
Melalui kantor berita pemerintah IRNA, Iran menyebut keputusan Inggris sebagai tindakan yang tidak memiliki alasan yang dapat dibenarkan. Pemerintah Iran juga menegaskan akan memberikan respons timbal balik secara tegas jika Inggris tetap menjalankan kebijakan tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Inggris Sebut IRGC Mengancam Keamanan Nasional
Pemerintah Inggris mengumumkan rencana pelarangan IRGC pada awal pekan ini. London menilai organisasi tersebut berpotensi mengancam keamanan nasional. Selain IRGC, pemerintah Inggris juga memasukkan sejumlah kelompok lain yang memiliki hubungan dengan Iran serta organisasi yang mereka kaitkan dengan berbagai aksi kekerasan.
Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan bahwa aparat penegak hukum akan memproses siapa pun yang terbukti mendukung atau membantu kelompok yang masuk dalam daftar larangan. Pelaku dapat menghadapi hukuman penjara hingga 14 tahun. Pemerintah Inggris juga akan membawa rancangan undang-undang itu ke parlemen untuk memperoleh persetujuan.
Baca Juga:Â AS Serang Iran, Rusia Langsung Bereaksi! Konflik Timur Tengah Kembali Jadi Sorotan Dunia
Aturan Baru Perluas Wewenang Pemerintah Inggris
Melalui aturan baru tersebut, pemerintah Inggris ingin memperluas kewenangan aparat dalam menghadapi ancaman dari negara asing maupun kelompok yang bertindak atas nama negara tertentu. Kebijakan itu memungkinkan pemerintah mengambil tindakan hukum yang lebih cepat terhadap pihak yang mereka nilai membahayakan keamanan nasional.
Kementerian Dalam Negeri Inggris menjelaskan bahwa aturan baru akan membantu aparat mencegah spionase, campur tangan terhadap sistem demokrasi, sabotase, hingga serangan fisik. Pemerintah berharap kebijakan tersebut mampu memperkuat perlindungan terhadap masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Inggris.
Serangan terhadap Komunitas Yahudi Jadi Pemicu
Pemerintah Inggris menyusun kebijakan tersebut setelah terjadi beberapa serangan terhadap komunitas Yahudi di London pada awal tahun ini. Pelaku menyerang sinagoge, ambulans milik komunitas Yahudi, serta sejumlah properti lain melalui aksi pembakaran yang memicu kekhawatiran publik.
Selain IRGC, pemerintah Inggris juga memasukkan Gerakan Islam Sahabat Kanan ke dalam daftar kelompok yang terkena aturan baru. Pemerintah menilai kelompok itu memiliki hubungan dengan Iran dan mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan terhadap properti milik komunitas Yahudi. Karena itu, London memilih mengambil langkah hukum yang lebih tegas.
Hubungan Inggris dan Iran Berpotensi Makin Memanas
Keputusan Inggris membuka babak baru dalam hubungan diplomatik dengan Iran. Ancaman balasan dari Teheran menunjukkan bahwa kedua negara masih mempertahankan perbedaan pandangan, terutama dalam isu keamanan dan kebijakan luar negeri.
Parlemen Inggris akan membahas rancangan undang-undang tersebut dalam waktu dekat. Hasil pembahasan itu kemungkinan besar akan memengaruhi langkah berikutnya dari pemerintah Iran. Jika kedua negara tetap mempertahankan sikap masing-masing, ketegangan diplomatik berpotensi meningkat dan ikut memengaruhi kerja sama di berbagai bidang. Dunia internasional kini menunggu perkembangan selanjutnya dari London maupun Teheran.
