Ada Apa di Selat Hormuz? Dua Rudal Hantam Pulau Saat Iran-AS Kembali Memanas

Sedikitnya dua rudal menghantam Pulau Qeshm di kawasan Selat Hormuz saat ketegangan Iran dan Amerika Serikat kian memanas pada Sabtu, 7 November 2026.

Ada Apa di Selat Hormuz? Dua Rudal Hantam Pulau Saat Iran-AS Kembali Memanas

Insiden ini kembali memicu perhatian dunia terhadap konflik kedua negara. Apalagi, Presiden AS Donald Trump mengakui pasukannya melancarkan serangan terbatas untuk melumpuhkan perangkat pertahanan udara Iran. Sementara itu, Teheran menegaskan militernya kini memiliki kemampuan lebih kuat dibandingkan saat perang dimulai pada Februari 2026.

Shotgoals nonton gratis
NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Dua Rudal Hantam Pulau Qeshm

Kantor berita Tasnim melaporkan dua rudal menghantam Pulau Qeshm pada Sabtu. Sebelumnya, kantor berita pemerintah IRNA juga menyampaikan laporan mengenai dua proyektil yang menghantam wilayah Suza. Sejumlah saksi mendengar suara pesawat sebelum ledakan mengguncang kawasan tersebut.

Namun, hingga laporan awal muncul, pemerintah Iran belum memberikan keterangan resmi mengenai kerusakan maupun korban akibat insiden itu. Di sisi lain, media pemerintah Iran menyebut sistem pertahanan udara mereka menghancurkan drone MQ-9 milik AS yang terbang di atas Qeshm.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Trump Akui Serangan Terbatas AS

Donald Trump tidak secara langsung menyatakan bahwa pasukan AS meluncurkan dua rudal yang dilaporkan menghantam Qeshm. Meski begitu, ia mengakui militer Washington melakukan serangan terbatas terhadap perangkat pertahanan udara Iran.

Trump bahkan mengklaim pasukannya mampu melumpuhkan perangkat antipesawat tersebut hanya dalam hitungan menit. Sebelumnya, pada 2 November, sejumlah pejabat AS juga menyebut militer mereka melancarkan serangan defensif di sekitar Pulau Qeshm. Mereka menegaskan operasi itu bukan awal dari serangan besar-besaran baru.

Baca Juga: Viral! Detik-Detik Pendemo Dibanting Pria Berbaju Hitam di Depan Gedung UOB

Iran Klaim Militernya Kini Lebih Kuat

Di tengah perkembangan tersebut, juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia menyatakan pasukannya kini lebih siap menghadapi ancaman. Menurutnya, pengalaman menghadapi AS dan Israel membuat kemampuan militer Iran semakin berkembang.

Akraminia juga menegaskan Teheran masih mengendalikan Selat Hormuz. Jalur laut strategis ini biasanya mengangkut sekitar seperlima konsumsi minyak dunia. Karena itu, setiap gangguan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi perdagangan energi internasional.

Ancaman Trump Tambah Ketegangan

Trump sebelumnya juga membuka kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran. Ia menyampaikan ancaman tersebut setelah bertemu para penasihat keamanan nasional di Gedung Putih. Meski demikian, pemerintah AS masih menjalin komunikasi dengan perwakilan Teheran melalui upaya diplomatik.

Situasi ini membuat kawasan Timur Tengah kembali berada dalam sorotan. Di satu sisi, kedua negara menunjukkan kesiapan menghadapi konflik. Namun, jalur diplomasi masih berjalan untuk mencegah pertempuran yang lebih luas. Perkembangan berikutnya akan menentukan apakah ketegangan ini mereda atau justru kembali memicu konfrontasi militer.

Similar Posts