KTT NATO Berujung Ricuh! Turki Tahan 100 Demonstran, Situasi Mendadak Kacau

Polisi Turki menahan lebih dari 100 demonstran anti-NATO di Ankara jelang KTT NATO, setelah membubarkan massa dengan gas air mata.

KTT NATO Berujung Ricuh! Turki Tahan 100 Demonstran, Situasi Mendadak Kacau

Peristiwa tersebut langsung menyita perhatian publik karena berlangsung hanya beberapa hari sebelum para pemimpin negara anggota NATO berkumpul di Ankara. Aparat keamanan memperketat pengamanan di berbagai titik, sementara kelompok demonstran tetap berusaha menyuarakan penolakan terhadap penyelenggaraan konferensi tersebut. Simak ulasan lengkapnya dari .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Aksi Longmars Berakhir dengan Penangkapan Massal

Ratusan pendukung Partai Komunis Turki (TKP) mengikuti aksi longmars anti-NATO di Ankara pada Minggu (5/7/2026). Mereka bergerak menuju Alun-Alun Kizilay sebagai lokasi utama penyampaian aspirasi menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang berlangsung pada pekan berikutnya.

Pihak TKP menyebut polisi langsung menghentikan laju massa ketika rombongan memasuki kawasan pusat kota. Aparat kemudian mengamankan lebih dari 100 orang, termasuk sejumlah administrator dan pengurus inti partai. Petugas membawa mereka ke pusat penahanan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penangkapan tersebut menjadi sorotan karena melibatkan banyak anggota partai politik yang ikut dalam aksi demonstrasi. Hingga kini, aparat keamanan masih terus mendata peserta aksi yang berada di lokasi saat kericuhan berlangsung.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Gas Air Mata Pecah, Massa Terus Suarakan Penolakan

Rekaman video dari lokasi menunjukkan para demonstran mengibarkan bendera sambil meneriakkan slogan penolakan terhadap NATO. Suara yel-yel menggema di kawasan Alun-Alun Kizilay ketika massa terus bergerak menuju titik aksi.

Polisi antihuru-hara kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata setelah situasi mulai memanas. Asap gas menyelimuti area demonstrasi dan memaksa sebagian peserta aksi mundur dari lokasi. Meski begitu, sejumlah demonstran tetap bertahan sambil meneriakkan tuntutan mereka.

“Pembunuh NATO, keluar dari negara kami,” teriak para demonstran di tengah kepulan gas air mata. Kelompok lain juga terus meneriakkan slogan “Tidak ada jalan bagi NATO” sebagai bentuk penolakan terhadap aliansi tersebut.

Baca Juga: PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Prabowo Besok, Bahas Apa Saja?

Pengamanan KTT NATO Diperketat di Seluruh Ankara

Turki dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi para pemimpin dari 32 negara anggota NATO beserta sejumlah pejabat mitra. Pertemuan tingkat tinggi itu akan berlangsung pada Selasa dan Rabu di Ankara dengan agenda membahas berbagai isu keamanan kawasan.

Menjelang pelaksanaan konferensi, aparat keamanan memperketat pengawasan di berbagai titik strategis ibu kota. Polisi melarang aksi demonstrasi, memasang barikade di sejumlah ruas jalan, serta menutup jalur protokol yang menjadi lintasan para delegasi.

Langkah tersebut bertujuan menjaga kelancaran agenda internasional sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama pertemuan berlangsung. Kehadiran aparat juga terlihat lebih banyak di kawasan pemerintahan, pusat kota, dan lokasi yang akan dilalui rombongan tamu negara.

Gelombang Protes Meluas hingga Istanbul

Aksi penolakan terhadap NATO tidak hanya berlangsung di Ankara. Ratusan warga juga menggelar longmars di Istanbul dengan bergerak dari Alun-Alun Taksim menuju kawasan Dolmabahce. Selain itu, dua kelompok kiri mengadakan aksi terpisah di distrik Kadikoy.

Berbeda dengan situasi di Ankara, demonstrasi di Istanbul berlangsung lebih tertib. Polisi tetap mengawal jalannya aksi, namun tidak terjadi bentrokan fisik antara aparat dan peserta unjuk rasa. Massa menyampaikan aspirasi melalui orasi dan membawa berbagai spanduk penolakan terhadap NATO.

Sekretaris Jenderal TKP Kemal Okuyan menegaskan bahwa partainya menggelar aksi serentak di berbagai wilayah Turki sebagai bentuk penolakan terhadap kehadiran NATO. Menurutnya, para pendukung berhasil menunjukkan sikap politik mereka meski menghadapi pengamanan yang sangat ketat.

Oposisi Kritik Langkah Pemerintah Turki

Penangkapan massal tersebut memicu kritik dari sejumlah tokoh oposisi. Tuncer Bakirhan dari Partai DEM menilai pemerintah membatasi ruang demokrasi dengan menjadikan pelaksanaan KTT NATO sebagai alasan untuk memperketat pengamanan dan membatasi aksi warga.

Politikus Partai CHP Kemal Kilicdaroglu juga menyampaikan kritik serupa. Menurutnya, pemerintah seharusnya tetap menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara damai meski negara sedang menjadi tuan rumah konferensi internasional.

Di sisi lain, kejaksaan Turki menegaskan bahwa seluruh langkah hukum yang diambil aparat bertujuan mengungkap aktivitas kelompok militan radikal. Otoritas menyatakan operasi tersebut tidak berkaitan langsung dengan agenda KTT NATO. Hingga kini, situasi di Ankara masih berada dalam pengawasan ketat aparat keamanan, sementara perhatian dunia terus tertuju pada jalannya konferensi dan perkembangan aksi protes di Turki.

Similar Posts