Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak Untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Ketegangan Iran dan AS kembali memanas setelah Parlemen Iran, Qalibaf, menolak klaim Washington soal penggunaan aset Iran yang dicairkan.
Amerika menyebut dana itu akan mengalir untuk membeli produk pertanian mereka. Iran langsung membantah dan menegaskan tidak akan mengikuti skema tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah proses negosiasi kedua negara yang masih berjalan untuk meredakan ketegangan politik dan ekonomi. Namun, perbedaan pandangan justru kembali memperlihatkan jarak posisi antara Teheran dan Washington.
Klaim AS Picu Respons Keras dari Iran
Amerika Serikat mengklaim sebagian dana Iran yang dibuka kembali akan dipakai untuk membeli hasil pertanian dari petani mereka. Presiden Donald Trump bahkan menyebut skema itu bernilai ratusan juta dolar dalam bentuk barang pangan.
Qalibaf langsung merespons klaim tersebut melalui media sosial X. Ia menilai Amerika salah membaca kesepakatan dan mencoba membentuk narasi yang menguntungkan mereka.
Ia menegaskan Iran tidak akan mengarahkan asetnya untuk membeli produk pertanian Amerika. Menurutnya, Iran hanya akan mengambil keputusan ekonomi yang sesuai dengan kepentingan nasional.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pernyataan Keras Qalibaf di Media Sosial
Qalibaf menyampaikan kritik tajam terhadap Amerika Serikat. Ia menilai Washington sering menyampaikan pernyataan yang tidak mencerminkan realitas negosiasi.
Dalam unggahannya, ia menyinggung hubungan panjang yang penuh ketidakpercayaan antara kedua negara. Ia bahkan menyebut ketidakpercayaan itu sebagai “hasil panen” utama dari kebijakan Amerika selama bertahun-tahun.
Ia juga mengkritik kebijakan perdagangan dan politik Amerika yang menurutnya tidak konsisten. Kritik itu mempertegas sikap keras Iran dalam merespons setiap klaim dari Washington.
Baca Juga: Iran Bilang Kesepakatan Damai Adalah Deklarasi Kekalahan AS
Penjelasan AS Soal Penggunaan Dana Iran
Presiden Donald Trump menjelaskan bahwa bantuan awal untuk Iran tidak berbentuk uang tunai. Ia menyebut Amerika akan menggunakan aset Iran yang dibekukan untuk membeli kebutuhan pangan.
Trump mengatakan nilai awal bantuan itu mencapai sekitar 500 juta dolar AS. Ia menegaskan Amerika akan mengelola distribusi dana tersebut secara terkontrol.
Menurut Trump, Amerika akan membeli produk pangan seperti jagung dan gandum untuk dikirim ke Iran. Ia menilai Iran membutuhkan pasokan makanan dalam jumlah besar dalam situasi saat ini.
Departemen Keuangan AS Awasi Proses Dana
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menjelaskan bahwa pemerintah Amerika akan mengawasi langsung pencairan dana Iran. Ia menyebut proses itu akan melibatkan wilayah Teluk, termasuk Qatar.
Bessent mengatakan pejabat Departemen Keuangan akan berada di Doha untuk memantau penggunaan dana tersebut. Ia menegaskan pemerintah AS akan memastikan penggunaan dana tetap sesuai rencana.
Ia juga menyebut sebagian besar dana akan kembali ke sektor produk Amerika, terutama pangan dan obat-obatan. Dengan cara itu, Amerika tetap mengarahkan manfaat ekonomi ke dalam negeri mereka.
Perbedaan Tafsir Perjanjian Iran-AS Masih Berlanjut
Iran dan Amerika Serikat masih berbeda pandangan soal implementasi kesepakatan terbaru mereka. Kedua negara menafsirkan isi perjanjian dengan cara yang berbeda.
Perjanjian itu mencakup pencabutan sebagian sanksi dan pelepasan aset Iran yang sebelumnya dibekukan. Kesepakatan itu mulai berlaku pada 18 Juni setelah penandatanganan elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Donald Trump.
Iran menegaskan kemandirian ekonominya dalam setiap keputusan penggunaan aset. Sementara itu, Amerika terus mendorong skema yang tetap menguntungkan sektor dalam negeri mereka.
Perbedaan ini membuat proses negosiasi masih berjalan dengan hati-hati. Setiap pernyataan baru dari kedua pihak dapat mempengaruhi arah pembicaraan selanjutnya.
