Usai Mekkah, Kini Riyadh Jadi Sasaran Drone Houthi, Apa yang Terjadi?
Situasi Riyadh memanas setelah peringatan bahaya dan suara ledakan muncul pada Jumat malam hingga Sabtu pagi, sebelum otoritas menyatakan kondisi kembali aman.
Peristiwa ini menarik perhatian karena Riyadh masuk dalam rangkaian peringatan keamanan setelah ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman meningkat.
Sebelumnya, otoritas Saudi juga mengeluarkan peringatan di sejumlah wilayah lain, termasuk kawasan Mekkah. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.
Peringatan Muncul di Tengah Suara Ledakan
Badan Pertahanan Sipil Saudi mengirimkan peringatan kepada warga Riyadh dan Al-Kharj setelah muncul indikasi bahaya di sekitar wilayah tersebut. Sejumlah warga melaporkan suara ledakan, sementara laporan Reuters menyebut kepulan asap hitam terlihat di dekat Bandara Internasional King Khalid.
Situasi tersebut sempat membuat warga waspada. Namun, pemerintah Saudi kemudian menyampaikan bahwa kondisi sudah kembali aman. Otoritas juga meminta masyarakat mengikuti petunjuk keselamatan dan menghindari kerumunan hingga situasi benar-benar terkendali.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Riyadh Jadi Sorotan Setelah Insiden di Mekkah
Rangkaian kejadian ini muncul beberapa hari setelah pertahanan Saudi mengumumkan keberhasilan mencegat sebuah drone Houthi di selatan Mekkah. Pasukan Saudi menghancurkan drone tersebut sebelum benda terbang itu memasuki wilayah udara terbatas di sekitar kota suci.
Pihak koalisi pimpinan Saudi menilai keamanan Mekkah sangat penting. Sementara itu, kelompok Houthi membantah bahwa mereka menargetkan kota suci atau tempat-tempat keagamaan. Perbedaan klaim tersebut membuat perkembangan situasi perlu dilihat dari keterangan berbagai pihak.
Baca Juga: Iran Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz, Ketegangan Kembali Memuncak
Houthi Tingkatkan Tekanan di Laut Merah
Ketegangan tidak hanya muncul melalui serangan udara. Houthi juga meningkatkan aktivitas mereka di kawasan Laut Merah setelah menyatakan pembatasan terhadap kapal-kapal Saudi. Kelompok tersebut kini menguasai sejumlah wilayah penting di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman, termasuk kawasan dekat Selat Bab el-Mandeb.
Perubahan tersebut penting karena Bab el-Mandeb menjadi jalur pelayaran utama yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Jalur ini juga memegang peran besar dalam pengiriman energi dan perdagangan menuju Asia serta Eropa.
Serangan Mulai Mengancam Infrastruktur Energi
Ancaman terhadap Arab Saudi juga menyentuh sektor energi. Dalam beberapa hari terakhir, serangkaian serangan mengganggu fasilitas dan jalur distribusi minyak. Salah satu insiden sebelumnya membuat otoritas Saudi menghentikan sementara operasional pipa minyak East-West sebagai langkah pengamanan.
Pipa sepanjang sekitar 1.200 kilometer itu menjadi jalur penting untuk membawa minyak dari kawasan timur Saudi menuju Laut Merah. Ketika jalur Hormuz mengalami gangguan, jalur alternatif melalui Laut Merah semakin penting bagi ekspor energi Saudi.
Amerika Serikat Ikut Memantau Perkembangan
Perkembangan tersebut juga mendapat perhatian dari Amerika Serikat. Arab Saudi sebelumnya meminta dukungan Washington untuk menghadapi peningkatan serangan Houthi. Namun, sejauh ini Washington lebih berfokus pada bantuan intelijen dan belum mengerahkan pasukan Amerika secara langsung.
Reuters melaporkan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah berkomunikasi dengan Presiden Donald Trump mengenai ancaman tersebut. Pemerintah Amerika Serikat juga terus berdialog dengan pemerintah Saudi dan pihak terkait mengenai keamanan kawasan.
Munculnya peringatan di Riyadh setelah insiden di sekitar Mekkah membuat perhatian kini tertuju pada perkembangan berikutnya. Pemerintah Saudi harus menghadapi ancaman dari udara sekaligus menjaga jalur energi dan pelayaran tetap berjalan.
Sementara itu, meningkatnya aktivitas Houthi di kawasan Laut Merah dapat memengaruhi perdagangan dan pasokan energi internasional.
