Iran Ajukan 3 Syarat untuk Akhiri Perang, Kini Tunggu Jawaban Trump

Iran mengajukan 3 syarat kepada AS melalui Qatar untuk mengakhiri perang, termasuk pembebasan dana dan penghentian blokade laut sambil menunggu jawaban AS Trump.

Iran Ajukan 3 Syarat untuk Akhiri Perang, Kini Tunggu Jawaban Trump

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan Qatar telah meneruskan pesan Tehran kepada Washington. Ia menyampaikan keterangan tersebut dalam wawancara dengan Al Jazeera pada 19 September 2026.

Rezaei menyebut tiga tuntutan utama Iran, yaitu mengakhiri perang di seluruh front, membebaskan dana Iran yang masih dibekukan, serta menghentikan blokade laut. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.

Shotgoals nonton gratis
NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Tiga Syarat Iran Sudah Sampai ke Washington

Rezaei mengatakan Iran terus menjalin komunikasi dengan Qatar sebagai mediator. Menurutnya, Qatar membawa persyaratan Tehran kepada Washington untuk membuka kembali jalan menuju pembicaraan damai.

Iran meminta penghentian perang di semua front sebagai syarat pertama. Tehran juga meminta Washington membebaskan dana Iran yang masih berada dalam status pembekuan.

Syarat ketiga berkaitan dengan blokade laut. Iran meminta AS menghentikan tindakan tersebut. Setelah menyampaikan tiga tuntutan itu, Tehran kini menunggu jawaban dari Trump.

Posisi tersebut juga berkaitan dengan tuntutan Iran mengenai jalur pelayaran di kawasan Selat Hormuz. Pada Agustus lalu, Rezaei mengatakan Iran mengaitkan pembukaan kembali selat dengan berakhirnya perang dan blokade serta pelepasan aset Iran.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

 

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Qatar dan Pakistan Dorong Dibukanya Kembali Perundingan

Upaya membuka kembali komunikasi antara Iran dan AS juga mendapat dukungan dari Pakistan. Pakistan juga berupaya membuka kembali jalur perundingan setelah nota kesepahaman kedua pihak berakhir pada bulan sebelumnya.

Qatar menjalankan peran sebagai penghubung dalam komunikasi Tehran dan Washington. Jalur tersebut memungkinkan kedua pihak menyampaikan posisi masing-masing ketika konflik masih berlangsung.

Upaya diplomasi itu berjalan di tengah ketegangan militer yang belum mereda. Iran menyatakan ingin mengakhiri konflik, tetapi Tehran tetap mempertahankan tiga tuntutan sebelum pembicaraan dapat kembali berjalan.

Baca Juga: Usai Mekkah, Kini Riyadh Jadi Sasaran Drone Houthi, Apa yang Terjadi?

Iran Sebut Serangan Baru Masih Mungkin Terjadi

Rezaei juga mengatakan Iran masih melihat kemungkinan AS melancarkan serangan baru. Ia menegaskan Tehran telah menyiapkan strategi untuk menghadapi skenario tersebut jika konflik kembali meningkat.

Menurut Rezaei, perencanaan militer Iran kini memperhatikan aset angkatan laut AS yang berada di kawasan Teluk, Teluk Oman, hingga Laut Arab.

Ia juga menjelaskan bahwa kemampuan Iran memiliki batas jangkauan terhadap target yang berada lebih jauh di Samudra Hindia.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Tehran menjalankan dua jalur secara bersamaan. Iran tetap menjaga komunikasi melalui mediator, sekaligus menyiapkan respons jika pertempuran kembali meningkat.

Rezaei Ungkap Uji Coba Rudal Antikapal

Dalam wawancara itu, Rezaei mengungkapkan bahwa Iran baru-baru ini menguji rudal antikapal dengan sejumlah hulu ledak di dekat kapal atau kapal induk AS.

Ia mengatakan Iran masih dapat mengembangkan teknologi tersebut. Rezaei juga memperingatkan bahwa Iran akan merespons dengan kekuatan besar jika AS melancarkan serangan baru.

Menurut keterangannya, Iran tidak hanya akan menyasar pangkalan militer AS di kawasan. Tehran juga dapat menargetkan kepentingan komersial dan perusahaan AS yang beroperasi secara lokal.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa konflik berpotensi berdampak lebih luas jika jalur diplomasi tidak menghasilkan kesepakatan baru.

Tehran Masih Menunggu Jawaban Trump

Hingga pernyataan Rezaei muncul, Tehran masih menunggu respons Trump. Iran menganggap tiga tuntutan tersebut sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri perang.

Sementara itu, mantan Direktur Urusan Semenanjung Arab Pentagon David Des Roches memberikan pandangan berbeda mengenai posisi Iran. Kepada Al Jazeera, ia mengatakan Washington kemungkinan tidak langsung menganggap tuntutan tersebut sebagai pembukaan negosiasi yang serius.

Meski begitu, Des Roches mencatat perubahan dalam posisi Tehran. Ia menyoroti bahwa Iran kini tidak lagi memasukkan tuntutan reparasi perang yang sebelumnya pernah muncul dalam tuntutan mereka.

Perkembangan berikutnya akan bergantung pada respons Washington serta komunikasi yang terus berjalan melalui Qatar dan Pakistan. Selama kedua pihak belum mencapai kesepakatan baru, Rezaei menyatakan perang secara praktis masih berlangsung.

Tehran sendiri mengatakan strategi baru kini mereka jalankan untuk mempercepat berakhirnya konflik. Jalur diplomasi dan persiapan militer pun tetap berjalan secara bersamaan.

Similar Posts