NTT Diguncang Gempa M 7,7! Turis Panik, Hotel Rusak Hingga Atap dan Tembok Hancur
Gempa M 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu pagi, membuat warga dan wisatawan panik, termasuk tamu hotel di Labuan Bajo yang segera menyelamatkan diri.
Salah satu wisatawan, Nova, menceritakan pengalaman menegangkan ketika gempa mengguncang Hotel Jayakarta Labuan Bajo. Saat kejadian, Nova dan pasangannya masih tertidur di kamar lantai lima.
Getaran yang sangat kuat membuat keduanya langsung terbangun. Mereka sempat ragu keluar kamar karena guncangan masih terasa keras, tetapi akhirnya memilih segera turun bersama tamu hotel lainnya. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.
Gempa M 7,7 Bikin Turis Terbangun dari Tidur
Nova mengatakan gempa terjadi menjelang pukul 05.00 Wita ketika dirinya masih tidur. Guncangan terasa begitu kuat hingga membuat suasana hotel berubah dalam waktu singkat.
“Kami waktu itu lagi tidur, gempa sangat keras sekali,” ujar Nova seperti dikutip detikBali, Sabtu (15/8/2026).
Setelah menyadari gempa terus mengguncang bangunan, Nova segera mengganti pakaian dan turun dari lantai lima. Ia memilih menggunakan tangga bersama tamu lain daripada tetap berada di dalam kamar.
“Saya ganti baju langsung turun ke bawah, mungkin nggak ada satu menit saya langsung turun ke bawah. Bersama tamu-tamu lain,” tuturnya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Sampai Lantai Bawah, Pemandangan Hotel Bikin Panik
Situasi semakin membuat Nova dan para tamu cemas ketika mereka tiba di lantai satu. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan.
Nova melihat tembok bagian depan hotel sudah rusak. Material bangunan berserakan, sementara bagian plafon juga mengalami kerusakan dan berjatuhan ke lantai.
Melihat kondisi tersebut, Nova bersama tamu lainnya langsung bergerak menuju halaman hotel. Mereka memilih menjauh dari bangunan untuk menghindari risiko jika gempa susulan kembali mengguncang.
“Semua orang pada turun, saya lihat atap (plafon), tembok sudah hancur semua,” kata Nova.
Baca Juga: Meja Runding Iran-AS Kembali Memanas? Teheran Masih Menimbang Langkahnya
Tembok Hotel Rusak Sepanjang Puluhan Meter
Hotel Jayakarta berada di Jalan Pantai Pede, Labuan Bajo. Gempa membuat kerusakan cukup terlihat pada lantai satu bangunan tersebut.
Bagian depan hotel mengalami kerusakan pada tembok dengan panjang sekitar 30 meter. Susunan bata terlihat berhamburan di beberapa bagian setelah terkena guncangan.
Kerusakan juga tampak pada plafon lantai satu. Sebagian plafon jebol dan materialnya jatuh ke area bawah. Kondisi tersebut membuat tamu semakin waspada dan memilih berkumpul di area terbuka.
Meski situasi sempat mencekam, Nova dan pasangannya berhasil keluar dari gedung bersama tamu lain. Mereka kemudian menunggu di tempat yang lebih aman sambil memantau kondisi sekitar.
Wisatawan Pilih Menjauh dari Gedung Hotel
Keputusan untuk segera meninggalkan bangunan menjadi langkah penting bagi para tamu setelah merasakan guncangan kuat. Mereka tidak ingin mengambil risiko dengan tetap berada di dalam gedung ketika gempa masih mungkin berlanjut.
Area halaman hotel kemudian menjadi tempat berkumpul sementara bagi wisatawan. Mereka berusaha tetap tenang sembari memastikan kondisi masing-masing dan mencari informasi terbaru mengenai gempa.
Bagi wisatawan yang sedang berada di daerah rawan gempa, situasi tersebut menjadi pengingat pentingnya mengetahui jalur evakuasi hotel sejak awal. Informasi sederhana seperti lokasi tangga darurat dan titik berkumpul bisa membantu ketika keadaan berubah secara tiba-tiba.
Gempa Susulan Tetap Perlu Diwaspadai
Gempa utama tidak selalu menjadi satu-satunya guncangan yang perlu diperhatikan. Setelah gempa kuat, masyarakat dan wisatawan perlu mengikuti informasi resmi mengenai potensi gempa susulan.
Wisatawan juga sebaiknya tidak kembali masuk ke bangunan yang mengalami kerusakan sebelum petugas memastikan kondisi bangunan aman. Retakan pada dinding, plafon yang rusak, atau material yang berjatuhan dapat menimbulkan bahaya tambahan.
Pengalaman Nova di Hotel Jayakarta menggambarkan betapa cepat suasana liburan dapat berubah ketika gempa kuat datang. Dari kamar hotel, para tamu mendadak harus berlari menuju tempat terbuka demi menjaga keselamatan.
Peristiwa tersebut juga menunjukkan pentingnya kewaspadaan bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah NTT. Mengetahui prosedur evakuasi, mengikuti arahan petugas, dan menjauhi bangunan rusak menjadi langkah penting ketika gempa kembali mengguncang.
