Iran Bakal Hadapi Kekuatan Baru? USS George Washington Dikerahkan AS ke Timur Tengah
Amerika Serikat menggeser USS George Washington ke Timur Tengah di tengah ketegangan dengan Iran, kapal induk ini disiapkan sebagai kekuatan baru AS di kawasan.
Pergerakan ini mendapat perhatian karena USS George Washington berpotensi menggantikan USS Abraham Lincoln yang sudah menjalani masa tugas panjang. Kondisi awak Lincoln juga memicu sorotan setelah muncul laporan mengenai masalah kesehatan mental, kekurangan pasokan, hingga beban tugas yang berat. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.
USS George Washington Mulai Bergerak ke Timur Tengah
USS George Washington meninggalkan pelabuhan di Da Nang, Vietnam, pada pekan lalu. Kapal induk tersebut kemudian bergerak bersama sebuah kapal penjelajah dan kapal perusak melalui Selat Singapura.
Seorang pejabat Angkatan Laut AS mengonfirmasi bahwa kapal tersebut sudah berada di kawasan Selat Malaka dan bergerak menuju Samudra Hindia. Rute itu menjadi jalur penting yang menghubungkan kawasan Pasifik dengan wilayah sekitar Timur Tengah.
The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa USS George Washington akan menggantikan USS Abraham Lincoln sebagai salah satu kapal induk AS yang saat ini berada di Timur Tengah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Abraham Lincoln Jalani Tugas Lebih dari 260 Hari
Perpindahan kapal induk tersebut tidak terlepas dari panjangnya masa tugas USS Abraham Lincoln. Kapal yang berangkat dari San Diego pada 21 November itu tiba di Timur Tengah pada Januari, sebelum perang dengan Iran dimulai pada 28 Februari.
Lincoln bahkan menjalani waktu lebih dari 260 hari tanpa henti di laut. Durasi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kondisi fisik dan mental ribuan awak yang harus menjalankan tugas jauh dari keluarga dalam waktu sangat lama.
Sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat kemudian meminta Pentagon memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai kondisi para pelaut. Mereka menilai masa penugasan yang panjang perlu mendapat pengawasan serius, terutama ketika operasi militer masih berlangsung.
Baca Juga: Iran Punya ‘Dewa Perang’ Baru! Seberapa Kuat Militer Mohsen Rezaei?
Masalah Pasokan di Kapal Ikut Jadi Sorotan
Selain persoalan masa tugas, Angkatan Laut AS mengakui konflik telah mengganggu jalur pasokan tradisional di Timur Tengah. Situasi tempur membuat pengiriman kebutuhan ke kapal mengalami kendala.
Kondisi tersebut menyebabkan kekurangan sejumlah barang dan keterlambatan surat untuk para awak USS Abraham Lincoln. Pimpinan kapal kemudian memprioritaskan kebutuhan yang dianggap paling penting bagi misi, mulai dari makanan, perlengkapan kebersihan, hingga surat.
Angkatan Laut menyatakan para pelaut kini memiliki akses terhadap air bersih dan pilihan makanan sehat. Namun, sejumlah anggota Kongres tetap meminta transparansi lebih besar terkait kondisi para awak selama menjalankan penugasan panjang.
AS Masih Pertahankan Blokade di Selat Hormuz
Di tengah pergantian kapal induk, situasi antara AS dan Iran belum sepenuhnya mereda. Angkatan Laut Amerika kembali memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis yang memiliki peran besar dalam lalu lintas energi dunia.
Menteri Perang AS Pete Hegseth bahkan mengatakan Amerika dapat mempertahankan blokade tersebut tanpa batas waktu. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Washington masih menyiapkan kekuatan untuk menghadapi perkembangan situasi di kawasan.
Pemerintahan Trump juga belum memberikan gambaran jelas mengenai bagaimana mereka akan mengakhiri perang tersebut. Karena itu, kehadiran USS George Washington dapat menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kemampuan militer AS tetap tersedia di Timur Tengah.
Pasifik Berpotensi Kehilangan Kapal Induk AS
Pengiriman USS George Washington ke Timur Tengah membawa konsekuensi lain bagi strategi militer Amerika. Kawasan Pasifik berpotensi tidak memiliki kapal induk AS untuk jangka waktu yang belum diketahui.
Situasi tersebut menarik perhatian karena AS juga terus memperhitungkan posisi China sebagai kekuatan utama di kawasan. Washington saat ini memandang Beijing sebagai kekuatan mapan yang perlu diimbangi agar tidak mendominasi AS maupun sekutunya.
Sementara itu, keluarga awak USS Abraham Lincoln terus menantikan kepulangan anggota keluarga mereka. Pimpinan Angkatan Laut sebelumnya berjanji akan melakukan berbagai upaya untuk menggantikan kapal tersebut.
Dengan bergeraknya USS George Washington menuju Timur Tengah, Amerika kini menyiapkan pergantian kekuatan di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan betapa panjangnya konsekuensi operasi militer AS di kawasan dan besarnya tuntutan yang harus ditanggung para awak kapal.
