Iran Makin Garang! Rudal Bidik Pangkalan di Kuwait dan Jet Tempur AS di Yordania

Ketegangan Timur Tengah kembali memanas setelah IRGC Iran mengklaim menyerang fasilitas militer AS di Yordania dan Kuwait yang memicu sorotan dunia.

Iran Makin Garang! Rudal Bidik Pangkalan di Kuwait dan Jet Tempur AS di Yordania

IRGC mengaku meluncurkan rudal balistik dan drone dalam gelombang operasi terbaru. Namun, hingga kini Amerika Serikat maupun pemerintah Kuwait belum memberikan konfirmasi ataupun tanggapan resmi mengenai tingkat kerusakan yang Iran klaim. VIEWNEWZ akan mengulas perkembangan terbaru terkait klaim serangan Iran yang menyasar fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania dan Kuwait.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

IRGC Klaim Hantam Pesawat Militer AS di Yordania

IRIB menyiarkan pernyataan resmi IRGC yang menyebut pasukannya menyerang Bandara Aqaba di Yordania. Menurut IRGC, militer Amerika Serikat menempatkan sejumlah pesawat di kawasan tersebut.

IRGC mengklaim rudal balistik menghantam pesawat angkut militer C-17 dan pesawat patroli maritim P-8 milik Amerika Serikat. Mereka juga menyebut serangan pada Senin (20/7/2026) menyebabkan beberapa pesawat mengalami kerusakan berat.

Meski begitu, hingga artikel ini terbit, belum ada bukti independen yang mendukung klaim tersebut. Pemerintah Amerika Serikat juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kondisi pesawatnya.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Iran Sebut Serangan Rusak Hanggar Militer

IRGC juga mengklaim berhasil menghancurkan sekitar 20 hanggar di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti atau Al Azraq, Yordania.

Menurut IRGC, militer Amerika memanfaatkan pangkalan itu untuk mendukung berbagai operasi di kawasan Timur Tengah. Iran menilai serangan tersebut mengganggu aktivitas pasukan AS di lokasi.

Sampai sekarang, otoritas Yordania belum mengeluarkan pernyataan resmi. Foto satelit maupun laporan independen juga belum membuktikan besarnya kerusakan yang Iran sampaikan.

Baca Juga: Dewan Pers Bereaksi Keras Usai Pernyataan Hotman Paris Soal Wartawan, Dianggap Merendahkan Profesi Jurnalistik

Iran Perluas Serangan ke Pangkalan AS di Kuwait

Selain menyerang Yordania, IRGC mengaku mengarahkan operasi berikutnya ke Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Mereka menyebut serangan itu menjadi bagian dari gelombang operasi militer terbaru.

Media pemerintah Iran melaporkan drone menghantam sistem radar peringatan dini milik Amerika Serikat. IRGC juga mengklaim serangan lain mengenai gudang peralatan penerbangan dan hanggar penyimpanan drone MQ-9.

Iran bahkan menyebut kebakaran besar muncul setelah serangan dan menghanguskan beberapa aset militer. Namun, hingga kini semua informasi tersebut masih berasal dari klaim Iran.

AS dan Kuwait Belum Beri Tanggapan Resmi

Pemerintah Amerika Serikat belum memberikan respons atas klaim yang IRGC sampaikan. Pemerintah Kuwait juga belum mengumumkan kondisi pangkalan udara yang Iran sebut sebagai target serangan.

Situasi ini membuat berbagai informasi yang beredar masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Sejumlah pengamat meminta publik menunggu bukti independen sebelum menarik kesimpulan.

Komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi sambil menunggu pernyataan resmi dari seluruh pihak yang terlibat.

Konflik Timur Tengah Kembali Jadi Sorotan Dunia

Klaim serangan terbaru ini kembali meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Setiap perkembangan baru berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan sekaligus memicu respons dari negara-negara yang memiliki kepentingan strategis di wilayah tersebut.

Para analis memperkirakan situasi masih akan berkembang dalam beberapa hari ke depan. Respons dari Amerika Serikat, Yordania, dan Kuwait akan menjadi faktor penting untuk menilai dampak sebenarnya dari operasi yang IRGC klaim.

Hingga saat ini, belum ada pihak independen yang memastikan jumlah kerusakan maupun korban. Karena itu, publik masih menunggu hasil investigasi dan keterangan resmi agar memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai insiden tersebut.

Similar Posts