Pejabat Militer Dipecat Moldova Karena Jadi Mata-Mata Rusia

Pemerintah Moldova telah resmi memecat mantan pejabat tinggi militer yang mana terbukti mengkhianati negara serta jadi mata-mata Rusia. Dia di sebut telah membocorkan data rahasia negara pada Badan Intelijen Militer Rusia (GRU) VIEWNEWZ.

Pejabat-Militer-Dipecat-Moldova-Karena-Jadi-Mata-Mata-Rusia

Belakangan ini, hubungan Moskow-Chisinau memang terus memanas. Di mana usai beredar kabar bahwa buronan Moldova yaitu Ilan Shor, resmi dapatkan status warga negara Rusia. Moldova berniat meminta kepada Rusia untuk memulangkan Shor yang telah di vonis kasus korupsi serta pencucian uang.

Serahkan Informasi Pembelian Pesawat Tempur Dari Moldova Kepada Ukraina

Di ketahui, Igor Gorgan selaku Mantan Panglima Militer Moldova yang menjabat pada periode 2013-2016 serta 2019-2021. Dia telah serahkan data rahasia negara pada GRU. Dia juga di laporkan telah mengirimkan informasi rahasia negara pada Kolonel Alexei Makarov, pimpinan GRU. Yaitu tentang rencana Ukraina untuk beli pesawat tempur jet serta artileri dari Moldova. Bahkan, informasi tentang lokasi suplai bahan bakar juga ikut serta di kirimkan.

Gorgan masih menjaga hubungan serta jadi informan penting Rusia di dalam Kementerian Pertahanan Moldova. Walaupun telah di bebastugaskan pada bulan September 2021. Hubungannya dengan Makarov sudah berakhir. Tentunya usai Moldova mengusir belasan diplomat Rusia pada bulan Juli tahun lalu. Selama ini, Makarov telah bertugas sebagai atase militer pada Kantor Kedutaan Besar Rusia yang ada di Chisinau.

Baca Juga : PKB Mendukung Gus Yusuf Menjadi Gubernur Jawa Tengah 2024

Semua Fasilitas Serta Pangkat Gorgan Akan Di Tarik

Adrian Balutel selaku Kepala Staf Kepresidenan Moldova mengatakan bahwa semua fasilitas, pangkat serta penghargaan kepada Gorgan akan di hapus. Tentunya mengikuti aturan publikasi internasional yang mana di muat dalam The Insider.  “Berdasarkan hasil investigasi yang di muat di dalam publikasi internasional. Maka kami buat keputusan bahwa kasus kriminal yang libatkan Gorgan harus mendapatkan hukuman tinggi atas kasus pengkhianatan negara. Semua penghargaan yang di berikan kepadanya akan di tarik kembali,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan bahwa kasus ini sudah membuktikan pentingnya monitor secara berkelanjutan. Serta verifikasi terhadap orang dalam institusi pertahanan dalam hal memastikan keamanan negara. “Pelaku seperti ini ada di dalam dan justru malah berkontribusi pada serangan hybrid terhadap Republik Moldova. Oleh karena itu, kami membutuhkan instrumen yang efisien dalam hal melawan segala bentuk aksi pengkhianatan tingkat tinggi,” lanjutnya.

Sandu Meminta Warga Pemegang Paspor UE Untuk Ikut Pemilu Parlemen Eropa

Pejabat-Militer-Dipecat-Moldova-Karena-Menjadi-Mata-Mata-Rusia

Maia Sandu  sebagai Presiden Moldova meminta kepada warga Moldova yang memegang paspor salah satu negara anggota Uni Eropa (UE). Yang mana agar ikut berpartisipasi dalam pemilu Parlemen Eropa pada tanggal 6 sampai 9 Juni 2024. “Untuk warga Moldova yang pegang kewarganegaraan ganda dengan negara anggota UE. Baik itu paspor Bulgaria, Rumania, Prancis, Italia, ataupun negara anggota UE lainnya. Kami menganjurkan untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu parlementer kali ini,” jelas Sandu.

Sedangkan, ada sebanyak 52 tempat pemungutan suara yang di buka di Moldova pada tanggal 9 Juni mendatang. Dari jumlah tersebut, 28 di antaranya ada di Centru, 17 tempat pemungutan suara pada area utara. Sementara 7 sisanys pada bagian selatan Moldova scrollberita.com.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *