Iran di Ujung Tanduk? Klaim Kudeta Mendadak Muncul, Akankah Mojtaba Benar-Benar Tumbang?

Ketegangan politik Iran memanas setelah kelompok garis keras menuding ada kudeta dan mempertanyakan posisi Mojtaba Khamenei usai kesepakatan dengan AS.

Iran di Ujung Tanduk? Klaim Kudeta Mendadak Muncul, Akankah Mojtaba Benar-Benar Tumbang?

Di tengah situasi tersebut, para elite politik Iran juga menghadapi tekanan dari berbagai arah. Sebagian masyarakat mendukung langkah diplomasi demi meredakan konflik, sementara kelompok konservatif justru menuntut pemerintah mengambil sikap lebih keras terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Perbedaan pandangan itu membuat dinamika politik di Teheran semakin rumit. VIEWNEWZ akan mengulas perkembangan terbaru mengenai dugaan kudeta yang mengguncang politik Iran serta nasib Mojtaba Khamenei di tengah memanasnya konflik internal.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Pemakaman Ali Khamenei Picu Gelombang Kemarahan

Pemakaman Ali Khamenei di Teheran berubah menjadi momen yang memperlihatkan retaknya persatuan di tubuh elite Iran. Sejumlah pelayat meneriaki Presiden Masoud Pezeshkian dengan sebutan “pengkhianat” ketika ia berjalan mengiringi prosesi pemakaman.

Tidak hanya itu, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga menghadapi amarah massa. Sejumlah orang melemparinya dengan batu sambil meneriakkan tuduhan bahwa ia telah menjual kepentingan negara melalui proses negosiasi dengan Amerika Serikat. Situasi yang memanas memaksa Araghchi meninggalkan lokasi lebih awal demi alasan keamanan.

Insiden tersebut menunjukkan bahwa konflik politik Iran kini tidak lagi berlangsung di balik layar. Perbedaan sikap antarkelompok mulai terlihat secara terbuka di hadapan publik.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Faksi Konservatif Mulai Curigai Arah Pemerintahan Iran

Sejumlah tokoh konservatif menuding adanya upaya perebutan kekuasaan yang berlangsung secara bertahap. Mereka meyakini beberapa pejabat memanfaatkan situasi pascaperang untuk memperbesar pengaruh sekaligus mengurangi peran pemimpin tertinggi.

Mereka menilai para pemimpin pemerintahan memanfaatkan situasi pascaperang untuk memperbesar pengaruh sekaligus mengurangi peran pemimpin tertinggi.

Anggota parlemen Mahmoud Nabavian menjadi salah satu tokoh yang paling vokal menyampaikan tudingan tersebut. Melalui media sosial, ia mempertanyakan kemungkinan terjadinya kudeta dan mengajak pendukungnya tetap setia kepada kepemimpinan Mojtaba Khamenei.

Bagi kelompok konservatif, keputusan pemerintah melanjutkan negosiasi dengan Washington bertentangan dengan semangat Revolusi Islam. Mereka bahkan menilai kebijakan tersebut membuka jalan bagi pihak tertentu untuk mengubah arah pemerintahan Iran.

Baca Juga: Trump Murka! AS Diselimuti Kabut Asap, Kanada Dituding Jadi Penyebab dan Terancam Sanksi Tarif

Mengapa Mojtaba Khamenei Jarang Muncul?

Minimnya kemunculan Mojtaba Khamenei ikut memicu berbagai spekulasi. Hingga sekarang, ia belum menyampaikan pidato besar maupun tampil secara terbuka untuk menegaskan posisinya sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Sejumlah pengamat menduga Mojtaba memilih membatasi aktivitas publik demi menjaga keselamatannya. Namun kelompok garis keras memiliki pandangan berbeda. Mereka justru menilai tokoh-tokoh lain memanfaatkan ketidakhadiran Mojtaba untuk mengambil kendali pemerintahan.

Sementara itu, Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi terus menjalankan berbagai agenda penting negara, termasuk diplomasi internasional dan kebijakan pascaperang.

Perebutan Pengaruh di Lingkaran Elite Iran

Banyak analis melihat konflik yang berkembang saat ini sebagai perebutan pengaruh di dalam lingkaran elite Iran. Kelompok garis keras berusaha mempertahankan posisi politik mereka, sedangkan pemerintahan memilih fokus menjaga stabilitas nasional dan memperbaiki hubungan luar negeri.

Perubahan susunan jabatan di parlemen juga memperkuat dugaan adanya persaingan politik. Beberapa tokoh konservatif kehilangan posisi strategis sehingga memicu kritik dari pendukung garis keras.

Meski demikian, kelompok konservatif masih memiliki jaringan yang kuat di parlemen, Garda Revolusi, dan lembaga penyiaran nasional. Karena itu, mereka tetap mampu memengaruhi arah perdebatan politik di dalam negeri.

Akankah Mojtaba Benar-Benar Tumbang?

Hingga kini belum muncul bukti kuat yang memastikan adanya kudeta terhadap Mojtaba Khamenei. Tudingan tersebut masih berasal dari kelompok garis keras yang menolak arah kebijakan pemerintahan saat ini.

Namun absennya Mojtaba dari ruang publik terus memunculkan berbagai pertanyaan. Jika kondisi tersebut berlangsung lebih lama tanpa penjelasan resmi, spekulasi mengenai perebutan kekuasaan kemungkinan akan terus berkembang.

Di sisi lain, pemerintahan Iran masih menjalankan fungsi negara seperti biasa. Meski begitu, persaingan antara kelompok moderat dan garis keras diperkirakan tetap mewarnai politik Iran dalam beberapa waktu ke depan. Hasil dari pertarungan pengaruh tersebut tidak hanya menentukan masa depan Mojtaba Khamenei, tetapi juga akan memengaruhi hubungan Iran dengan Amerika Serikat, Israel, serta stabilitas kawasan Timur Tengah.

Similar Posts